Dikhawatirkan, Bantuan Sosial Berbau Pilkada
Dalam pembahasan tentang pos anggaran bantuan masyarakat itu terjadi perdebatan yang menegangkan antara pihak legislatif dan eksekutif. DPRD menginginkan agar anggaran Rp 4 milyar untuk bantuan sosial yang diusulkan dalam APBD Perubahan ini hanya disetujui sekitar 10 persen. Namun, pihak eksekutif dengan juru bicara Sekkab Ir. Ketut Arda mengeluarkan argumentasi sehingga terjadilah perdebatan yang panjang. Meski rapat itu sempat diskors selama dua jam, namun akhirnya masalah tersebut tak bisa diputuskan. Rapat pun ditunda dan akan dijadwalkan kembali.
Dalam rapat itu, anggota DPRD Putu Mardika menilai pengelolaan anggaran bantuan untuk masyarakat selama ini tidak sesuai dengan kesepakatan awal antara eksekutif dan legislatif yang sebelumnya dilangsungkan di Hotel Melka, Kalibukbuk.
Kesepakatan yang diambil saat itu adalah pengelolaan anggaran bantuan untuk masyarakat berada di tangan DPRD 30 persen dan di tangan eksekutif 70 persen. “Saya tidak mau hal ini dipakai ajang politik, kalau pun saat ini Putu Bagiada misalnya menjadi salah satu calon dari PDI-P, kami juga tidak ingin ini digunakan sebagai trik-trik politik,” kata tokoh PDI-P yang akrab disapa Tu Ardi.
Sekkab Arda pun menanggapi tudingan anggota DPRD tersebut. Pada intinya ia menilai banyaknya dana bantuan masyarakat itu karena memang banyak masyarakat yang mengajukan permohonan bantuan. Penilaian Arda kembali mendapat tanggapan sehingga terjadi adu argumentasi yang cukup lama, sampai akhirnya salah seorang anggota DPRD menggebrak meja dan meminta agar debat kusir itu dihentikan. Sehingga rapat diskors dan akhirnya ditunda.
Ketua DPRD Nyoman Mangku Muliartha mengatakan pihaknya harus menunda untuk mencari titik temu dan melakukan evaluasi. Menurutnya, bukan hanya masalah bantuan sosial itu yang perlu dievaluasi, namun semua aspek perlu dilakukan kajian yang cermat dalam pembahasan APBD Perubahan tersebut. “Penundaan dilakukan karena DPRD masih perlu melakukan evaluasi tentang banyak hal yang selama ini masih dirasa mengambang, tidak ada hal lain,” tandasnya. (kmb15)
Sumber: Balipost