Pilkada Buleleng: Ranting dan PAC Ancam Keluar
LOVINA- Penolakan terhadap paket bupati Buleleng Putu Bagiada-Arga Pynatih kian deras. Kemarin, sejumlah pengurus ranting dan PAC PDIP Buleleng berkumpul di Hotel Bali Taman Lovina mengeluarkan ikrar menolak Bagiada sebagai kandidat bupati Buleleng.
Mereka yang ikut pertemuan adalah Putu Sumbara (ketua ranting Gobleg, Kecamatan Banjar), Ketut Suwitrayasa (sekretaris ranting Pedawa, Banjar), Made Kembardua (ketua ranting Banyuseri, Banjar), Gede Maharjaya (PAC PDIP Sawan), Ngurah Sucita (PAC Sawan), Ketut Suradana (ketua ranting Anturan, Kecamatan Buleleng), Kade Ariasa (wakil ketua ranting Anturan), Nyoman Budiasa (PAC Buleleng), Made Sukanasa (ketua ranting Kelurahan Kampung Baru, Buleleng), Ambarawan (ketua ranting Kelurahan Banyuasri, Buleleng), Nyoman Sukradnya (sekretaris PAC Kubutambahan), Komang Hendrawan (ketua ranting Tajun, Kecamatan Kubutambahan), Made Suwindra (ketua ranting Bukti, Kubutambahan), Putu Susila (ketua ranting Tamblang, Kubutambahan) dan Nengah Sukirta (ketua ranting Pakisan, Kubutambahan). "Kami tidak mau Bagiada menjadi kandidat bupati dari PDIP," tandas Putu Sumbara, ketua Ranting PDIP Gobleg, Kecamatan Banjar didukung rekan-rekannya.
Mereka menegaskan bahwa bila Megawati mengabaikan aspirasi massa, simpatisan, dan kader PDIP Buleleng dengan memberikan rekomendasi kepada paket kandidat bupati/wabup Putu Bagiada-Made Arga Pynatih, maka mereka akan ramai-ramai keluar dari PDIP. "Kami lebih baik keluar dari PDIP," ancam Ketut Suwitrayasa, sekretaris Ranting PDIP Pedawa, Kecamatan Banjar.
Mereka menilai bahwa pelaksanaan Rakercabsus Minggu, 12 November 2006 lalu cacat hokum dan penuh rekayasa DPP PDIP yang dikoordinir Sekjen PDIP Purnomo Anung dan DPD PDIP Bali. "Purnomo Anung telah merusak demokrasi di PDIP dan mengebiri hak-hak ranting di rakercabsus," kritik Made Kembardua, ketua Ranting Banyuseri, Banjar didukung puluhan ranting dan PAC yang hadir memenuhi aula di lantai I Hotel Bali Taman.
Sumbara mengaku sudah menyampai rekasaya Rakercabsus dan penolakan terhadap incumbent bupati Putu Bagiada kepada DPP PDIP 21 November lalu. Atas saran DPP, Sumbara dan para penentang Bagiada agar membuat surat pernyataan penolakan agar menjadi bahan pertimbangan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
Pada bagian lain, mereka juga menyayangkan sikap inkonsistensi Ketua DPC PDIP Buleleng Dewa Nyoman Sukrawan yang dulu menentang Bagiada namun kini malah mendukung rivalnya itu dengan cara meminta dukungan ke ranting-ranitng. "Ketua DPC bilang 90 persen rekomendasi untuk Bagiada," beber Nyoman Sukradnya, sekretaris PAC Kubutambahan. "Tapi kami tetap tidak mendukung Bagiada," tegasnya lagi. (frs)
Sumber: Radar Bali


