Monday, November 6, 2006

PDIP “Digiring” ke Golkar

Kemarin Cok Rat - Cok Suryawan Duduk Semeja
DENPASAR - Spekulasi rencana koalisi merah - kuning tampaknya memberi tanda-tanda semakin terang. Tiba-tiba saja Ketua DPD PDIP Bali AAN Oka Ratmadi dengan Ketua DPD Partai Golkar Bali Cok Gede Budi Suryawan duduk semeja dalam dialog hak dan wewenang parpol dalam Pilkada Langsung yang dihelat Kosgoro Bali di Sekretariat Golkar Bali, Sabtu kemarin.

Ini yang pertama kedua tokoh sentral perpolitikan di Bali ini menjadi keynote speaker diskusi politik. Tampak menyertai Cok Rat-sapaan tokoh asal Puri Satria Denpasar ini yaitu, Adenan SE, wakil ketua Bidang Infokom DPD PDIP Bali. Pembicara pembandingnya Ketua KPUD Bali AA Oka Wisnumurti dan dosen Fisipol Unwar Nyoman Wiratmaja, dengan pemandu Gede Rai Misno, ketua KPUD Denpasar.

Untuk diketahui, dua kekuatan inilah pengendali kunci politik di Bali. Tapi Cok Rat diawal presentasinya mengatakan, bahwa kehadirannya murni untuk dialog tanpa embel-embel. Sementara Cok Suryawan yang lebih awal diberi kesempatan presentasi mengatakan, bahwa substansi Pilkada adalah bagaiman memberikan pencerahan politik kepada masyarakat. “Bagi Partai Golkar, kemenangan dalam Pilkada bukanlah tujuan akhir,” tegas Cok Suryawan.

Justru yang terpenting, menurutnya, proses Pilkada berjalan dengan semangat, santun dan sukses. “Sukses Pilkada ini diharapkan sesuai filosofi, manang bermartabat dan kalah terhormat,” urai mantan bupati Gianyar ini.

Golkar sebagai partai terbuka sangat membuka peluang bagi calon independen, asal sesuai ketentuan mekanisme internal Golkar. Seperti survei dan konvensi. Pilihan ini, lanjut Cok Budi, untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap warga yang mampu memimpin daerah.

Cok Rat pun bersuara sama. Dia menyebut, substansi didirikannya parpol tak lain untuk kesejahteraan masyarakat. Bukan sebaliknya menyengsarakan rakyat. “Saya setuju pendidikan politik diarahkan dengan baik. Jangan pada saat jelang pemilu saja ingat partai politik,” ungkap mantan bupati Badung ini.

Apalagi, menurutnya, masyarakat Bali sudah punya konsep hidup yang disebut Tri Kaya Parisuda. Dia pun rupanya setuju jika jumlah parpol peserta pemilu dirampingkan. “Memang kalau terlalu banyak partai susah, dan rakyat dibingungkan,” ujarnya.

Pengamat politik Nyoman Wiratmaja menegaskan, pentingnya Pilkada karena memang adanya perbedaan. “Kalau semuanya sama, buat apa ada pemilihan,” ujarnya disambut tawa. Hanya saja dia mengingatkan, KPUD agar tak mengulangi kesalahan teknis dan pola pada Pilkada sebelumnya.

Sedang Ketua KPUD Bali Wisnumurti mengingatkan tentang kemungkinan adanya hal baru dan mengejutkan di 2008. Antara lain karean pada 2008 akan terdapat 14 provinsi melaksanakan Pilgub dengan melibatkan 100 juta lebih pemilih. Termasuk Pilgub Bali.

Pada saat itu, katanya, konsentrasi parpol terpecah. Di satu sisi disibukkan dengan Pilkada, di sisi lain sibuk dengan persiapan pemilu. “Karena itu bisa saja Pilgub diundur. Inilah pentingnya parpol memberikan pencerahan politik kepada konstituennya,” ingat Wisnumurti.(rid)

Sumber: Radar Bali 

Posted by at 00:21:04
Comments

One Response to “PDIP “Digiring” ke Golkar”

Leave a Reply