Pilgub, Utamakan Kader PDI-P

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu Tjahjo Kumolo mengisyaratkan pada pemilihan gubernur (pilgub) tahun 2008 akan lebih mengutamakan kader PDI Perjuangan. ”Kami belum berpikir untuk menjaring calon independen. Kita tak mau seperti dulu lagi. Orang yang kita pilih tak punya komitmen,” tegasnya sesaat sebelum memberikan pengarahan internal kepada pengurus PDI-P Bali, Fraksi PDI-P DPRD Bali dan kabupaten/kota se-Bali di Hotel Nikki, Selasa (7/11) malam kemarin.
Menurutnya, calon gubernur dari incumbent pada Pilgub Bali mendatang sudah tak mungkin. ”Pokoknya incumbent untuk cagub mendatang tak mungkin lagi,” tegasnya.
Selama ini calon incumbent dipilih PDI-P semata-mata calon tersebut mempunyai pengalaman dan namanya sudah terkenal.
Ia mengisyaratkan, pilkada kabupaten dan pilgub menjadi target politik PDI-P. Tahun 2007 ada Pilkada Buleleng, tahun 2008 Pilgub Bali serta Pilkada Gianyar dan Klungkung. Untuk itu pengurus dan kader PDI-P mesti sedini mungkin mempersiapkan diri sebagaimana diamanatkan dalam konferda maupun konfercab.
Menurutnya, pada Pilkada Bali mendatang ada 2,4 juta orang pemilih baru yang mesti digarap. Dari jumlah tersebut, sekitar 18-20 persen merupakan massa mengambang yang mesti disasar karena mereka pemilih pemula yang labil, bahkan terindikasi golput.
Soal adanya polarisasi pada Pilkada Buleleng, ia melihat belum sejauh itu. Meski ada banyak bakal calon bupati, diyakini partainya tak akan pecah. Sebelum menjaring satu paket calon, mesti ada komitmen saling mendukung di antara mereka, jangan saling menyalahkan. ”Kita persilakan cabang untuk menjalankan penjaringan calon sesuai mekanisme partai,” tegasnya.
Soal isu adanya bakal calon yang nyelonong ke DPP, Tjahjo Kumolo mengatakan itu sah-sah saja. Siapa saja boleh datang ke DPP PDI-P bertemu dengan pengurus, termasuk bertemu Megawati Soekarnoputri.
Bukan Koalisi
Soal pertemuan Ketua DPD PDI-P Bali AA Ngurah Oka Ratmadi dengan Ketua DPD Partai Golkar Cok. Budi Suryawan, ia menilai itu bukan koalisi menyongsong pilgub, namun upaya menjalin komunikasi antara sesama partai. ”Cok Rat diundang ke Golkar jangan ditafsirkan koalisi. Belum tentu, itu hanya komunikasi,” ujarnya.
Soal koalisi, ia menegaskan kembali PDI-P tetap mengikuti aturan main di internal partai. Sedangkan koalisi dengan rakyat pasti. ”Koalisi bisa saja antarpartai, bisa juga dengan calon independen. Yang penting mereka memiliki komitmen yang jelas terhadap partai,” ucapnya.
Ia juga mengatakan akan tetap melakukan survai terhadap kader atau calon independen yang layak jual. Layak jual artinya namanya sudah dikenal dan diterima di masyarakat. (029)
Sumber: Balipost