Jika ingin memenangkan hati rakyat, jago Partai Golkar yang maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) mesti mendekatkan diri dengan masyarakat. Soalnya, masyarakatlah yang akan menjadi penentu dalam pemilihan langsung.
Penegasan itu disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla dalam acara simakrama atau silaturahmi dengan sesepuh dan para tokoh Partai Golkar di Inna Grand Bali Beach Hotel Sanur, Denpasar, Kamis (7/12). Ditegaskan Kalla, pola-pola lama dalam merebut sebuah jabatan politis tak bisa lagi digunakan kembali. "Kalau dulu masih bisa minta bantuan Gubernur, Danramil dan lainnya. Tapi, sekarang nggak bisa. Harus langsung kita yang bekerja dan mendekatkan diri dengan masyarakat," tegas Kalla yang didampingi sejumlah fungsionaris DPP Partai Golkar diantaranya Sekjen H Sumarsono, Korwil Bali Enggartiasto Lukito, Andi Mattalata, Tanri Abeng, dan Gede Sumarjaya Linggih alias Demer. Kalla yang berbicara didampingi Ketua DPD I Partai Golkar Bali, Cokorda Gede Budi Suryawan, juga mengingatkan, pendampingan terhadap masyarakat jangan hanya dilakukan menjelang Pilkada semata. Tapi, harus dilakukan secara kontinyu. "Dengan demikian, kita tidak perlu bicara politik terlalu lama dan panjang. Yang perlu kita bicarakan adalah masalah ekonomi dan sosial agar bangsa ini bisa lebih maju," kata Kalla yang juga Wapres. Sebelum berdialog dengan sesepuh dan para tokoh Partai Golkar Bali, Kalla juga sempat menyalami salah satu calon Bupati Lumajang, Jawa Timur dari Partai Golkar, Indah Pakarti S Sos, yang akan maju dalam Pilkada pada Agustus 2008. Ketua DPP Partai Golkar, Andi Mattalata juga sempat memberi arahan khusus kepada Indah Pakarti perihal pentingnya berjuang bersama masyarakat. "Perlu sosialisasi yang kontinyu dan terus menerus untuk menangkap keinginan masyarakat. Dengan demikian seorang figur tidak akan jauh dengan rakyatnya," jelas Mattalata. Di sisi lain, Kalla juga mengatakan tugas memajukan bangsa dan negara sejatinya tujuan utama partai politik. Karenanya, semua partai politik di Indonesia harus bersama-sama tampil membangun dan mamajukan bangsa. Begitu juga dengan keberadaan Partai Golkar, yang akan maju apabila bangsa Indonesia ini maju. "Sebagaimana kita ketahui dalam semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika, yakni berbeda-beda tetapi tetap satu. Karena itu, dengan perbedaan kita memiliki cita-cita, perbedaan juga yang menyatukan bangsa ini untuk mencapai kemajuan." Menurutnya, setiap partai politik mesti mengambil peran kenegaraan. "Bagaimanapun kita tetap harus berjuang untuk menang dalam setiap proses pemilihan kepala daerah maupun pemilu legislatif. Tetapi kalau kalah, jangan serta merta kemudian menjadi pihak yang memusuhi yang menang," jelas Kalla. Sebagai partai politik yang telah memasuki usia 42 tahun, Partai Golkar harus lebih peka terhadap lingkungan dan juga memajukan bangsa. "Terpaan politik dalam memasuki era reformasi adalah ujian yang sangat berat bagi Partai Golkar dan bangsa ini. Dengan situasi seperti itu, Partai Golkar mampu eksis dan ini salah satu bukti partai tersebut masih menjadi pilihan rakyat," ungkapnya. Kalla juga mendukung sejumlah program yang dilakukan DPD I Partai Golkar Bali yang ingin tampil lebih dengan dengan masyarakat. "Pemberian bantuan beras maupun pemberdayaan berbagai sektor ekonomi rakyat harus terus dilakukan. Termasuk memberikan pengarahan kepada para pekerja pariwisata, pengerajin dan lainnya," kata Jusuf Kalla. Sementara, Ketua DPD I Partai Golkar Bali Cokorda Gede Budi Suryawan, dalam sambutannya mengatakan, upaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sudah menjadi tekadnya. "Upaya itu selalu dilakukan untuk mendapatkan simpati masyarakat, seperti yang telah dilakukan kepada keluarga kurang mampu dengan memberikan bantuan sembako," katanya. Kegiatan pemberian sembako yang dilakukan sejak bulan Pebruari hingga Desember 2006 menyasar sebanyak 1.000 kepala keluarga (KK) miskin dengan jumlah beras yang diberikan sebanyak 120 ton. "Untuk melanjutkan program tersebut, Partai Golkar tahun 2007 juga menyiapkan sembako berupa beras dalam jumlah yang sama, dengan demikian total bantuan yang diberikan sebanyak 240 ton beras kepada 2.000 KK," ujar mantan Bupati Gianyar dua kali periode ini. Suryawan mengungkapkan, dalam merayakan HUT ke-42, Golkar Bali juga menggelar kegiatan penghijauan, safari kesehatan dan donor darah. Dan puncak acara perayaan pada 26 Desember 2006 mendatang akan diselenggarakan di Karangasem.
Sumber: Harian NusaBali