Monday, February 19, 2007

Pilkada Buleleng: Perempuan Sepuh Nyalon Bupati

Manuver AA Ngurah Mudiptha, tokoh Puri Buleleng, mengambil formulir pendaftaran balon bupati di Partai Golkar, ternyata menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh lain untuk berbuat serupa. Bahkan, Dr Jro A Ketoet Moertini M Ed, 70, seorang tokoh perempuan sepuh, ikut-ikutan nyalon bupati Buleleng lewat Partai Golkar.

Jro Moertini datang mengambil formulir balon bupati ke Sekretariat DPD II Partai Golkar Buleleng di Singaraja, Jumat (16/2) atau berselang dua hari setelah manuver AA Ngurah Mudiptha. Tokoh perempuan asal Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini datang sendirian ke Sekretariat DPD II Partai Golkar sekitar pukul 09.00 Wita. Jro Moertini diterima Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng, Ni Luh Tiwik Ismarheningrum, dan pengurus DPD II lainnya. Siapa Jro Moertini? Perempuan berusia 70 tahun (Moertini tidak menyebutkan tanggal lahirnya) ini dikenal sebagai tokoh sepuh yang selama puluhan tahun mengabdikan hidupnya untuk dunia pendidikan.

Tapi, selama ini nama Moertini sama sekali tak pernah disebut-sebut dalam setiap isu politik. Berbeda dengan Mudiptha, yang sekalipun pasca reformasi tak pernah masuk isu politik, tapi sebelumnya sempat menjadi anggota Fraksi Golkar DPRD Buleleng 1997/1998. Dengan inisiatifnya mengambil formulir balon bupati untuk ikut Konvensi Partai Golkar guna memilih jago Beringin ke Pilkada Buleleng ini, Jro Moertini pun praktis menjadi tokoh perempuan sepuh pertama di Bali yang berani meramaikan ajang Pilkada. Jro Moertini juga menjadi perempuan pertama sepanjang sejarah di Gumi Panji Sakti yang memberanikan diri nyalon bupati. Kepada NusaBali, Jro Moertini mengaku punya motivasi khusus di balik manuvernya mengambil formulir pendaftaran balon bupati ke Partai Golkar. Semua dilakukan demi menyalurkan semangatnya yang masih menyala-nyala untuk membangun dan mengabdikan tenaganya buat Gumi Panji Sakti. Bila masih dipercaya memimpin dalam usianya yang sudah uzur, Jro Moertini pun meminta restu kepada masyarakat Buleleng dan Partai Golkar untuk bisa menyumbangkan ide dan pikirannya dalam membangun daerah. “Saya masih punya semangat untuk membangun Buleleng,” jelas tokoh pendidikan yang dulu menjadi pendiri SMPP (kini berubah jadi SMAN 3 Singaraja) ini. Tentang pilihannya nyalon bupati lewat Partai Golkar, Jro Moertini juga punya alas an spesial.

Tokoh gaek yang sudah melanglang buana ke belahan Eropa dan Timur Tengah urusan pendidikan ini mengakui, hanya Partai Golkar bisa menyalurkan segala otoritas ide dan pemikirannya, termasuk dalam membangun Buleleng. Jro Moertini mengakui, sejak pensiun sebagai Kepala Sekolah SMPP Singaraja beberapa tahun silam, dirinya sudah merasa menjadi orang Golkar, walaupun belum pernah duduk sebagai pengurus Partai Beringin. Dan, kata dia, sejak lama Partai Golkar sudah menjadi pilihanya, karena partai ini adalah tempatnya untuk mengabdi, serta bekerja demi bangsa dan negara, Apalagi, setelah dilindas reformasi, Partai Golkar mampu bangkit dari keterpurukan karena mengusung paradigma baru. “Jadi, saya sangat siap untuk mengikuti dan tunduk pada aturan yang dijalankan Partai Golkar ketika memilih figurnya. Saya juga siap untuk menerima hasil dari semua yang dijalani (siap menang dan siap kalah),” jelas Jro Moertini. Namun, Jro Moertini mengaku masih harus mempelajari semua formulir dan persyaratan yang mesti dipenuhi. Setelah semuanya jelas, barulah dia akan mendaftar sebagai balon bupati guna ikut Konvensi Partai Golkar, 25 Februari depan. “Saya akan pelajari dulu ini, baru nanti saya akan mengembalikan fomulir ini,” ujar Jro Moertini didampingi beberapa pengurus Partai Golkar Buleleng. Jro Moertini sendiri selama ini dikenal sebagai tokoh pendidikan. Sebelum mendirikan SMPP Singaraja di tahun 1970-an, latar belakang pendidikannya juga cukup membanggakan. Gelar akademis yang kini disandangnya bahkan diperoleh di Oregon State University, Amerika Serikat. Gelar master pendidikan dia raih sekitar tahun 1970-an. Bahkan, dia sempat kuliah di Michigan State University, AS. Semua gelar yang dia peroleh dibiayai dari UNESCO (badan PBB urusan pendidikan, sosial, budaya) yang memberinya beasiswa, karena prestasi dan keuletannya. Berpuluh-puluh tahun Jro Moertini tinggal di negeri Paman Sam itu, hingga akhirnya berpetualang ke berbagai sudut benua Eropa dan Timur Tengah. Di dua belahan dunia itu, dia melakukan studi banding bersama tokoh pendidikan Amerika yang sezaman dengannya. Jro Moertini lupa, tahun berapa dia melakukan perjalanan keliling Eropa dan Timur Tengah. Yang dia ingat, total perjalanannya selama 5 tahun, hingga akhirnya pulang ke Bali dan mendirikan SMPP (Sekolah Menengah Pembangunan Pendidikan) di Penarukan, Singaraja. Hingga akhirnya SMPP berubah nama jadi SMAN 3 Singaraja dan kini menjadi salah satu sekolah favorit. Jro Moertini mempunyai dua anak, Manumurti, 40, dan I Gede Segara Muda Vedoma—yang kini menetap di AS. Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng, Tiwik Ismarheningrum, merasa bangga atas inisiatif tokoh sepuh Jro Moertini. Sebab, di usianya yang sudah sangat sepuh, masih punya semangat ikut membangun Buleleng. “Tentunya ini membuat saya iri ya, karena beliau yang sudah sangat berpengalaman tentang hidup, tapi masih mempunyai semangat yang tidak kalah dengan penerus seperti saya. Secara pribadi, mungkin ini akan menjadi pengalaman hidup dan inspirasi untuk saya,” ujar Tiwik. Tiwik menambahkan, sama dengan para pendaftar balon bupati lainnya, untuk mengikuti Konvensi Partai Golkar, Jro Moertini tentunya harus taat pada sistem dan mekanisme yang berlaku. Tiwik berharap, apa pun hasil Konvensi nanti, Jro Moertini tetap menjadi bagian dari Partai Golkar. “Partai yang saya pimpin membutuhkan sentuhan masukan dan pengalaman dari seorang tokoh seperti Jro Moertini,” jelas sarjana pertanian FP Unud angkatan 1985 ini.

Sumber: Nusa Bali

Posted by in 09:14:09
Comments

Leave a Reply