Kader PDIP Gianyar Nyempal ke Cok Ace
* Warga dari Berbagai Wilayah Sampaikan Aspirasi ke Puri Ubud Sebutan calon bupati – wakil bupati yang diusung rakyat Gianyar memang sangat tepat disandang pasangan Ir Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, MSi alias Cok Ace dan Dewa Made Sutanaya, SH (AS). Buktinya, bukan hanya kader parpol anggota Koalisi Rakyat Gianyar yang mendukung AS, kader PDIP pun tak sedikit yang berbulat tekad untuk memenangkan AS dalam Pilkada mendatang. Hal ini terungkap ketika ratusan warga masyarakat dari berbagai lapisan bertandang ke Puri Ubud, Jumat (12/10) malam. Diantara massa tersebut ternyata terdapat sejumlah kader PDIP dari berbagai wilayah, diantaranya Keramas dan Blahbatuh. Mereka memang tidak datang atas nama partai, melainkan sebagai pribadi yang merasa terpanggil untuk mendukung program perubahan yang diusung Cok Ace – Sutanaya. "Kami datang kesini bukan atas nama partai, melainkan sebagai sameton Arya Kepakisan. Sedangkan untuk dukung mendukung dalam Pilkada nanti, kami tidak melihat partai. Yang patut didukung buat kami adalah figur yang layak dan teruji. Kami menilai Cok Ace-Sutanaya merupakan pilihan yang sangat tepat,” tandas kader PDIP bernama lengkap I Made Raka. Dalam pertemuan yang juga dihadiri masyarakat dari Medahan, Belega, Tojan, dan Sabha itu terjadi dialog yang cukup akrab. Warga menyampaikan aspirasinya tentang pembangunan di berbagai sektor. Diantaranya keinginan warga tentang pelayanan kesehatan yang baik di Kabupaten Gianyar. “Kalau Cok Ace terpilih nanti, kami berharap agar pelayanan di RSUD Sanjiwani tidak laksana membeli botol dan airnya, lebih mahal botolnya ketimbang airnya. Maksud kami, biaya ongkos inap lebih mahal ketimbang membeli obat. Sudah begitu, pelayanannya juga kurang baik. Selain itu, pelayanan kesehatan untuk rakyat miskin juga terlalu birokratis. Banyak rakyat miskin yang kesulitas mendapat pelayanan gratis gara-gara tidak memiliki kedekatan atau hubungan baik dengan aparat,” keluh salah seorang warga kepada Cok Ace. Warga masyarakat juga menyoroti terkikisnya lahan pertanian akibat proses pembangunan yang tak terencana dengan baik. Selain itu, tingkat kunjungan wisatawan asing yang tidak mengalami perkembangan signifikan, juga mendapat perhatian warga. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah terciptanya pemerintahan yang adil dan tak pilih kasih. “Sekarang ini hanya masyarakat yang tunduk dan mengikuti ‘permintaan’ dari penguasa yang mendapat bantuan,” tukas seorang warga yang ikut hadir. Dengan membaiknya kondisi perekonomian Gianyar, warga berharap Cok Ace bila menang nanti bisa menerapkan system pendidikan dan kesehatan gratis, khususnya bagi rakyat miskin. Mendengar keluh-kesah tersebut, Cok Ace yang waktu itu didampingi kakandanya, Tjokorda Putra Sukawati yang juga penasehat Bali Tourism Board (BTB) dan Tjokorda Ngurah Suyadnya alias Tjok Wah, menanggapinya dengan ramah. Sebagai pengayom dan pemimpin masyarakat, jelas Cok Ace, sudah seharusnya kalau dirinya memperjuangkan aspirasi rakyat tersebut. Apalagi apa yang disampaikan warga masyarakat tersebut memang sesuai dengan visi dan misi yang diperjuangkan Cok Ace – Sutanaya, yakni kebijakan pembangunan yang berpihak kepada rakyat. " Kalau rakyat haus berarti mereka membutuhkan air dan ketika rakyat lapar berarti membutuhkan makanan. Jadi, kalau masyarakat menyuarakan aspirasi seperti itu, berarti kondisi mereka memang membutuhkan itu. Sudah menjadi tugas pemimpin yang menjabat untuk melaksanakannya, " kata Cjok Ace. Pada kesempatan itu, Cok Ace juga menyarankan agar masyarakat tidak segan-segan menyampaikan saran dan kritinya. "Kami tak akan bisa lepas dari rakyat, karena kami disini besar karena rakyat, dan kami bisa jadi Calon Bupati juga atas kehendak rakyat," tuturnya. (asm)
Posted by
at
13:26:58