Pilkada Buleleng: Korry Ditantang Westra Bertarung Fair
Seperti diprediksi NusaBali sebelumnya, Nyoman Sugawa Korry akhirnya terpilih sebagai calon bupati Partai Golkar untuk diadu ke Pilkada Buleleng 2007. Kader senior Partai Golkar ini mendominasi 71 persen suara dalam Konvensi Golkar di Singaraja, Minggu (25/2), dengan mengungguli empat tokoh lainnya, termasuk Jro Nyoman Ray Yusha. Kubu PDIP pun mengucapkan selamat, sementara Made Westra (cabup dari PKPB-PKB) tantang Korry bersaing secara fair.
Dalam Konvensi Golkar yang digelar di Sekretariat DPD II Partai Golkar Buleleng kemarin, Sugawa Korry berhasil mendominasi 71 persen suara. Sedangkan Ray Yusha (tokoh independen dari Dinas PU Bali) yang semula diperkirakan akan memberikan perlawanan gigih, harus bertekuk lutut dengan mudah. Tokoh kelahiran Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini berada di posisi runner-up dengan hanya menggondol 15 persen suara. Sebaliknya, Luh Kerthianing (aktivis perempuan yang juga Ketua Partai Pelopor Buleleng) berada di peringkat ketiga dengan meraih 8 persen suara. Sedangkan dua kandidat lainnya, Anak Agung Ngurah Mudiptha (kader Partai Golkar) dan Putu Mahendra Perbawa (independen) masing-masing hanya kebagian suara 3 persen. Suara yang diperebutkan dalam Konvensi Golkar kemarin masing-masing dari DPP Partai Golkar (20 persen), DPD I Partai Golkar Bali (30 persen), DPD II Partai Golkar Buleleng (20 persen), Gabungan PK (20 persen), dan Organisasi Sayap-Ormas (10 persen). Dengan terpilihnya Sugawa Korry sebagai calon bupati dari Partai Golkar, berarti kini tercatat sudah ada tiga kandidat yang bakal bertarung di Pilkada Buleleng, 12 Juni 2007. Dua kandidat bupati lainnya yang telah mendapatkan tiket sebelum Korry masing-masing 'sang juara bertahan' Putu Bagiada (calon bupati PDIP) dan I Made Westra (calon bupati koalisi PKPB-PKB). Bagiada akan maju berpaket dengan Made Arga Pynatih (posisi calon wakil bupati), sementara Westra berpaket dengan Ketut Englan. Sedangkan koalisi Pandawa Bersatu, hingga saat ini belum menetapkan calon bupatinya. Atas hasil ini, DPP Partai Golkar, melalui Korwil Bali dan Nusa Tenggara, Enggartiasno Lukito, langsung mengintruksikan kepada jajaran Beringin untuk sesegera mungkin mengawal dan memperkenalkan Sugawa Korry sebagai calon bupati. Harapannya, Korry bisa menang dalam Pilkada Buleleng, 12 Juni 2007 depan. DPP Partai Golkar juga mengingatkan, pemenang Konvensi bukan hanya sebagai kandidat bupati partainya, tapi sekaligus kandidat bupati bagi rakyat Buleleng. Karenanya, komitmen politik antara Korry dan masyarakat Buleleng harus diabangun.
Kandidat bupati dari Partai Golkar harus mampu membawa perubahan bagi Buleleng dan rakyatnya. "Jika ada langkah yang keluar dari komitmen, maka DPP Partai Golkar akan melakukan teguran supaya bupati yang dilahirkan Partai Golkar tetap berjalan di atas komitmen," ujar Lukito dalam sambutannya di hadapan ratusan kader Partai Golkar di Buleleng kemarin. Lukito sendiri kemarin menghadiri Konvensi bersama fungsionaris DPP Partai Golkar lainnya, seperti Nyoman Sumarjaya Linggih alias Demer, serta anggota Fraksi Golkar DPR RI, Ni Nyoman Tisnawati Karna. Siapa yang akan mendampingi Korry di paket calon bupati? Sebagai pemenang Knvensi, Korry berhak mengajukan tiga nama untuk menjadi calon wakil buapti. Namun sejauh ini, kata Korry, dirinya belum memutuskan siapa yang akan dpilih sebagai calon wakil bupati. Korry masih punya waktu seminggu untuk menentukan nama calon wakil bupati dari Partai Golkar. Nantinya, 3 Maret 2007, Partai Golkar akan melaksanakan rapat pleno untuk menentukan calon wakil bupati. "Ya nanti saya akan koordinasi dulu dengan partai. Tentunya saya bersama partai akan mengkaji dan menganalisa setiap tokoh yang mempunyai potensi untuk menjadi calon wakil bupati," jelas Korry yang juga Korwil Buleleng DPD I Partai Golkar Bali. "Dari tokoh non-kader pun berpeluang menjadi pendamping saya," lanjut tokoh Koperasi kelahiran Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng ini. Berdasarkan informasi yang selama ini berhembus, Korry telah mengantongi beberapa nama untuk digaet sebagai calon wakil bupati. Dua di antaranya Luh Kerthianing (Partai Pelopor) dan I Gede Wardana (tokoh Kosgoro yang juga Wakil Bupati Buleleng saat ini). Dari gerak-gerik politik selama ini, Kerthianing dan Wardana memang membangun hubungan politik dengan Korry. Indikasinya, Kerthianing selama ini cukup dekat dengan mantan Ketua DPD Partai Pelopor Bali, IGN Wididana alias Pak Oles. Di lain sisi, Pak Oles sendiri punya hubungan dekat dengan Korry. Dari hubungan ini, sangat mungkin, jika Kerthianing punya bargaining politik untuk memposisikan diri sebagai calon wakil bupati mendampingi Korry. Informasi lainnya, jika Ray Yusha yang menang Konvensi, kemungkinan yang dipilih sebagai calon wakil bupatinya adalah Ni Luh Tiwik Ismarheningrum (Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng). Tapi, karena Ray Yusha kalah, Tiwik tetap konsentrasi mengabdi dan membesarkan Partai Golkar. Sementara itu, Putu Bagiada (calon bupati PDIP) hingga kemarin petang belum bisa dikonfirmasi NusaBali soal terpilihnya Korry sebagai calon bupati Partai Golkar. Namun, kubu PDIP merasa merasa gembira karena Partai Golkar sudah menelorkan calon bupatinya. Kepada NusaBali, Ketua DPC PDIP Buleleng, Dewa Nyoman Sukrawan, menyatakan secara pribadi dan mewakili partainya, dia mengucapkan selamat atas terpilihnya Korry sebagai kandidat bupati Partai Golkar. Lahirnya kandidat dari partai lain, kata Sukrawan, berarti membuat peta politik di Buleleng semakin jelas. Sebagai partai yang juga mengajukan calon, PDIP pun sudah harus siap langkah dan strategi menghadapi Pilkada. "Tentunya kami sebagai Partai terbesar akan kembali mengambil langkah dan strategi pemenangan Pilkada Buleleng. Partai telah menginstruksikan untuk mengamankan dan memenangkan paket yang kita usung (Bagiada/Pynatih) ketika gong Pilkada Buleleng dimulai," tegas Sukrawan. Dia yakin PDIP yang sangat besar akan tetap menjadi yang terbesar dan bisa memenangkan Pilkada Buleleng. Dihubungi NusaBali secara terpisah, Made Westra (calon bupati PKPB-PKB) merespons positif kemenangan Korry di Konvensi Golkar. Menurut birokrat kelahiran Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini, semua kandidat bupati mempunyai peluang sama besar untuk memenangkan Pilkada. Untuk itu, Westra menantang para kandidat dari partai mana pun untuk bersaing secara terbuka, tanpa ada rasa permusuhan. "Semua kandidat layak bersanding untuk memenangkan Pilkada Buleleng. Tapi, mari kita berikan tontonan yang menarik bagi Buleleng dan Bali. Kita maju bersama untuk tujuan yang sama, yakni membangun Buleleng. Marilah bersaing secara fair dan sehat," tegas Westra seolah menantang Korry. "Biarkan masyarakat Buleleng yang memilih sesuai dengan hati nurani mereka, karena saat ini masyarakat sudah bisa memilih dan cerdas menakar siapa tokoh yang diinginkan," lanjut Sekkot Denpasar ini. ov
Sumber: Nusa Bali
