Tuesday, March 27, 2007

Pilkada Buleleng: Dua Kelompok Massa Datangi KPUD

Pilkada baru sampai pada tahapan pendaftaran bakal paket calon, namun suasana politik di Buleleng mulai memanas. Dua kelompok massa, Senin (26/3) kemarin, ramai-ramai mendatangi Sekretariat KPUD Buleleng di Jalan Ahmad Yani Singaraja.

Dua kelompok massa itu masing-masing merupakan pendukung Koalisi Udayana dan Koalisi Bukit Sinunggal. Suasana memanas ketika kedua kelompok massa itu datang sekaligus mendaftarkan paket kandidat cabup/cawabup Buleleng periode 2007-2012 dengan mengklaim dukungan dari sejumlah partai yang sama.

Gabungan parpol yang mengatasnamakan diri Koalisi Bukit Sinunggal dengan mengusung paket Jero Nyoman Ray Yusha dan Luh Putu Febriantari mendaftar ke KPUD Buleleng dengan menyertakan delapan parpol yakni PPDI, PNBK, PNIM, PDK, PKS, PDS, PPP, dan PAN agar memenuhi kuota 15 % sesuai persyaratan KPUD Buleleng. Jika dihitung sesuai dengan persentase perolehan suara maka jumlah totalnya adalah 15,09%. Namun tiga parpol, yakni PPDI, PNBK, dan PNIM sebelumnya juga sudah mendaftarkan paket Gede Dharma Wijaya-IB Djodhi melalui Koalisi Udayana. Bahkan, PAN yang diklaim ikut mendukung Koalisi Bukit Sinunggal, sejumlah pengurusnya mengaku tidak pernah mendukung paket Ray Yusha-Febriantari tersebut.

Juru Bicara Koalisi Udayana Dewa Kadek Astawa bersama sekelompok massa yang lebih awal datang ke KPUD Buleleng menyatakan kehadirannya adalah untuk menyampaikan dukungan tambahan ke KPUD, yakni dari parpol PKPI. Selain itu, ia juga meminta sikap tegas KPUD Buleleng jika ada parpol yang sama mendaftarkan dua paket kandidat ke KPUD. ''Kami ingin meminta sikap tegas KPUD Buleleng,'' kata Dewa Kadek Astawa.

Massa pendukung Koalisi Udayana ini tetap bertahan di KPUD ketika datang massa pendukung Koalisi Bukit Sinunggal yang mendaftarkan paket Ray Yusha-Febriantari. Sehingga dikhawatirkan dua kelompok massa itu akan bersitegang. Untungnya, akibat penjagaan yang cukup ketat dari aparat keamanan suasana tegang itu tidak menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan. Sampai pasangan Ray Yusha-Febriantari meninggalkan gedung KPUD sekitar pukul 15.00 wita suasana tetap aman dan terkendali. (kmb15)

Sumber: Balipost

Posted by at 06:39:48 | Permanent Link | Comments (1) |

Tuesday, March 06, 2007

Pilkada Buleleng: Koalisi Udayana Ancam Golkar

Skenario Partai Golkar untuk membonceng Partai Demokrat untuk tarung Pilkada Buleleng, 12 Juni 2007 depan, urung jadi kenyataan. Pasalnya, Partai Demokrat justru membentuk koalisi baru bertajuk 'Koalisi Udayana' dengan menggandeng tiga partai gurem sempalan Pandawa Bersatu, yakni PNBK, PNIM, PPIB, plus Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI). Calon bupati dari Koalisi Udayana tiada lain Gede Dharma Wijaya.

Koalisi Udayana ini merupakan poros kekuatan baru yang dibentuk setelah bubarnya Koalisi Pandawa Bersatu (Partai Pelopor, PNIM, PNBK, PIB, dan PKB). Tapi, PNIM, PIB, dan PNBK kemudian menarik Partai Demokrat dan PPDI untuk gabung dalam Koalisi Udayana, yang rencananya baru dideklarasikan pada 14 Maret 2007 depan. Kendati pendeklarasian belum dilakukan, namun penandatanganan kesepakatan pembentukan Koalisi Udayana dilaksanakan di Pantai Penimbangan, Singaraja, Sabtu (3/3). Penandatanganan kesepakatan dilakukan para petinggi kelima partai. Semula, PPDI tidak akan ikut bergabung di Koalisi Udayana. Namun secara tiba-tiba, saat penandatanganan kesepakatan kemarin, PPDI tiba-tiba masuk di dalamnya. Kehadiran Koalisi Udayana ini tidak bisa diremehkan, karena mereka mempunyai total suara mencapai 19,45 persen (9 kursi di DPRD Buleleng). Angka 19,45 persen suara ini berimbang dengan kekuatan Partai Golkar, yang bermodalkan 20 persen suara (9 kursi di DPRD Buleleng). Tentunya, hal ini bisa menjadi ancaman bagi Partai Golkar, yang semula menjadi kekuatan terbesar kedua setelah PDIP. Tantangan Partai Golkar yang mengusung Nyoman Sugawa Korry sebagai calon bupati, bukan saja datang dari Koalisi Udayana.

Tantangan juga muncul dari Koalisi PKPB-PKB, yang memiliki sekitar 19 persen suara dan telah resmi mengusng Made Westra sebagai calon bupati. Sebelumnya, sempat muncul skenario di mana Partai Golkar akan membonceng Partai Demokrat untuk menambah kekuatan di Pilkada Buleleng 2007. Indikasinya, dari lima tokoh yang diisukan masuk nominasi sebagai calon wakil bupati Partai Golkar guna mendampingi Sugawa Korry, terdapat nama Gede Dharma Wijaya yang notabene merupakan Ketua Partai Demokrat Buleleng. Dharma Wijaya disebut-sebut sebagai kandidat kuat guna bersaing dengan Luh Kerthianing (kader Partai Pelopor) dan Gede Wardana (tokoh Kosgoro) untuk mendampingi Sugawa Korry. Dengan mengusung Dharma Wijaya di posisi calon wakil bupati, Partai Golkar juga mendekati tiga partai gurem lainnya, yakni PNBK, PNIM, dan PIB. Bahkan, Sekretaris PNIM Buleleng, Gede Arbadana, sempat menyatakan partainya tetap akan berkoalisi dengan Demokrat. Koalisi ini sangat menyokong bilamana kembali membentuk koalisi dengan Partai Golkar untuk mengusung kandidat, termasuk Dharma Wijaya sebagai cawabup. Arbadana menegaskan, pendekatan sebenarnya sudah dilakukan antara Partai Golkar dan Dharma Wijaya. Hanya saja, sejauh ini belum ada kepastian. Namun, dengan lahirnya Koalisi Udayana, skenario Partai Golkar praktis berantakan. Koalisi Udayana sendiri sudah menyatakan siap bertarung mengusung paket cabup dan cawabup. Hanya saja, hingga Sabtu kemarin, Koalisi Udayana belum menetapkan calon wakil bupat. Tapi, Koalisi Udayana dipastikan akan mengusung Dharma Wijaya sebagai calon bupati.

Rencananya, Koalisi Udayana ini akan dideklarasikan pada 14 Maret di Gedung Kesenian, Jalan Udayana Singaraja, sehingga diberi nama Koalisi Udayana. Koalisi akan dideklarasikan bersamaan dengan diumumkannya paket cabup/cawabup. Menurut Juru Bicara Koalisi Udayana, Dewa Kadek Astawa, sebenarnya koalisi baru ini sudah mempunyai cawabup untuk mendampingi Dahrma Wijaya. "Tapi, kami tidak akan menyebut nama tokohnya saat ini. Nanti akan kami umumkan ketika Koalisi Udayana secara resmi dideklarasikan," ujar Astawa saat konferensi pers di Singaraja kemarin. Menurut informasi, cawabup pendamping Dharma Wijaya di Koalisi Udayana adalah Ida Bagus Jodi---yang juga hadir dalam penandatangan kesepakatan kemarin. Astawa pun tidak membantah kemungkinan Jodi diusung sebagai cawabup. "Ya benar sekali, cawabup kita ada di depan mata kita. Tapi, saat ini kami tidak mau menyebutkan namanya dulu," ujar Astawa seolah mengisyaratkan nama Jodi. Ditegaskan Astawa, Koalisi Udayana sangat siap untuk tarung memenangkan jagonya di Pilkada Buleleng, 12 Juni 2007. Calon bupati Koalisi Udayana, Dharma Wijaya, pun menyatakan kesiapannya. Bahkan, dia siap meladeni tantangan Sugawa Korry untuk debat publik. "Kalau perlu, setiap hari ada debat publik, saya siap. Ini penting untuk pembelajaran politik ke depan," tegas Dharma Wijaya. Sementara itu, kubu Partai Golkar yang terancam oleh kehadiran Koalisi Udayana, tak mau kalah. Sabtu kemarin, Sugawa Korry justru mengeluarkan jurus baru dengan mengambil tiga tokoh sebagai kandidat calon wakil bupatinya. Ketiganya dianggap cukup bisa diterima semua lapisan masyarakat: Luh Kerthianing (aktivis perempuan yang Ketua Partai Pelopor Buleleng), Wayan Nuaria (Kepala Desa Sambirenteng), dan Gede Pasek Suardika (pengacara). Korry mengambil ketiga nama ini dengan perhitungan politik yang cermat. Selain sudah disesuaikan dengan Juklak 005 DPP Partai Golkar, ketiga nama ini diyakini mampu menyokong dan sekaligus memangkas kekuatan lawannya. Kerthianing, misalnya, adalah tokoh perempuan yang cukup berpengaruh. Pertimbangan gender menjadi aspek kajian khusus bagi Korry untuk mengusulkan Kerthianing sebagai cawabup. Tapi, yang lebih mengagetkan lagi, Korry mengusulkan Wayan Nuaria (Kades Sambirenteng, Kecamatan Tejakula), sebagai cawabup. Sejauh ini, Nuaria juga cukup punya gaung karena menjabat sebagai Ketua Forum Kepala Desa dan Lurah (Forkomdeslu) Kecamatan Tejakula. Nuaria juga mendudki posisi Wakil Ketua Forkomdeslu Kabupaten Buleleng. Jurus Korry ini sekaligus bisa diartikan untuk mengoreksi kekuatan Putu Bagiada, calon bupati dari PDIP. Selama ini, Bagiada sebagai tokoh incumbent (Bupati Buleleng) mempunyai hubungan dekat dengan para Kades, termasuk dengan Forkomdeslu. Buktinya, saat pelantikan beberapa PAC PDIP, Bagiada selalu dikawal oleh sekawanan Kades yang tergabung dalam Forkomdeslu.

Dengan diambilnya Nuaria, Korry berusaha memangkas kekuatan Bagiada di luar PDIP. Keputusan Korry menyodorkan nama Pasek Suardika juga bukannya tanpa peryimbangan politik. Pasek adalah kader Partai Demokrat, sehingga diharapkan jadi penetrasi ancaman Dharma Wijaya dari Koalisi Udayana. Di lain sisi, Bagiada bersama PDIP-nya terus merapatkan barisan untuk menghadapi Pilkada Buleleng 2007. Setelah road show ke berbagai pelosok membentuk PAC, Sabtu kemarin, PDIP menyelenggarakan kompetisi sepakbola Moncong Putih Cup I yang diikuti 20 klub se-Buleleng, di Stadion Mayor Metra Singaraja. Bagiada tidak membantah kalau kompetisi sepakbola ini berhubungan erat dengan langkah politik PDIP untuk memenangkan setiap perhelatan demokrasi. "Yah, ini memang untuk menumbuhkan prestasi olahraga masyarakat, tapi saya akui kompetisi sepakbola juga tidak jauh dari riak-riak politik sebagai upaya untuk memenangkan Pilkada dan perhelatan demokrasi lainnya," ujar Bagiada. Bukan tanggung-tanggung, dalam acara pembukaan kompetisi sepakbola di Singaraja kemarin, Bagiada dikawal sejumlah petinggi PDIP se-Bali. Bahkan, ikut hadir fungsionaris DPP Partai Golkar Gusti Ayu Sukmadewi Djaksa, selain juga I Gede Winasa (Ketua DPC PDIP Jembrana), Dewa Putu Wardana (Ketua DPC PDIP Gianyar), dan Made Sumer (Ketua DPD PDIP Bali). Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng, Luh Tiwik Ismarheningrum, juga hadir sebagai undangan.

Sumber: Nusabali 

Posted by at 07:32:02 | Permanent Link | Comments (0) |

Pilkada Buleleng: PPK Pilkada Buleleng Dilantik

Tahapan-demi tahapan pilkada Buleleng terus dilaksanakan KPU Buleleng sebagai penyelenggaran pesta demokrasi di Buleleng itu. Sabtu (3/3) lalu, KPU Buleleng menyelenggarakan pelantikan bagi 45 anggota PPK se-Kabupaten Buleleng. Pelantiakn dilakukan Ketua KPU Buleleng I wayan Rideng, SH, MH, disaksikan anggota KPU setempat dan Koordinator Desk Pilkada Kabupaten Buleleng Ir.Ketut Ardha, MSi, bertempat di sekretariat KPU Buleleng Jalan A Yani No.95 Singaraja.

Ketua KPU Buleleng I Wayan Rideng, SH, MH, mengingatkan anggota PPK itu bahwa tugas yang mereka emban itu sangat amat berita. Untuk mereka diminta untuk bekerja secara proporsional dan professional mengikuti aturan yang berlaku.

Sementara, Koordinator Desk Pilkada Buleleng Ir.Ketut Ardha, M.Si meminta para camat se-Kabupaten Buleleng untuk segera melantik PPS seiring dengan telah dilantiknya PPK oleh KPU Buleleng. "Dengan demikian pelaksanaan pilkada di Buleleng dapat dilaksanakan dengan baik sehingga tahapan yang sudah ditetapkan itu tidak dilangkahi," papar Ardha yang juga Sekkab Buleleng itu.

Terkait akurasi data pemilih, Ardha menyebutkan bahwa KPU melalui PPK danPPS akan melakukan koordinasi dengan camat setempat untuk mengecek akurasi dan validasi data pemilih. "Camat sebagai perpanjangan tangan Desk Pilkdada melakukan koordinasi dengan PPK dan PPS untuk mencocokan data-data tentang pemilih," papar Ardha.

Ia juga mengingatkan agar data-data tentang pemilih yang dikirim PPS jangan hilang di tengah jalan namun harus sampai ke tangan pihak yang dituju. "Data dari PPS harus dampai ke KPUD agar tidak terjadi kasus-kasus di daerah lain," papar Ardha. (frs)

Sumber: Radar Bali 

Posted by at 07:28:52 | Permanent Link | Comments (0) |

Pilkada Buleleng: Gus Dur Siap Jadi Jurkam

Posisi Koalisi PKPB-PKB mengusung paket kandidat bupati/wabup Made Westra, SH dan Ketut Englan kian kokoh saja. Ini lantaran Ketua Umum Dewan Syura KH Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur, langsung memberi perhatian khusus kepada koalisi PKPB-PKB beserta paket Westra-Englan tersebut.

Bukan sekedar memberi perhatian khusus, Gus Dur juga langsung membawa sendiri rekomendasi bagi paket Westra-Englan ke Bali. Bahkan, mantan Presiden RI IV itu menyatakan kesanggupannya untuk menjadi juru kampanye (Jurkam) bagi paket Westra-Englan pada masa kampanye pilkada nanti.

"Saya siap jadi jurkam bila itu diinginkan," tandas Gus Dur ditirukan, Drs Ketut Yasa, Koordinator Tim Sukses paket Westra-Englan. Kesediaan Gus Dur untuk menjadi jurkam itu disampaikan dalam pertemuan dengan unsur elite PKB Bali dan PKPB di Denpasar dua hari lalu.

Gus Dur malah meminta PKB Bali dan Buleleng untuk segera menyusun jadwal bagi dirinya pada masa kampanye pilkada nanti. Penyusunan jadwal bagi dirinya itu, disusun melalui sebuah muktamar. "Selenggarakan muktamar untuk menyusun jadwal kampanye untuk saya," papar Gus Dur kala itu.

Rekomendasi dari DPP PKB bagi paket Westra-Englan untuk bertarung di pilkada Buleleng juga sudah turun. DPD PKPB Buleleng Jumat (2/3) kemarin sudah menerima surat keputusan (rekomendasi) bagi Westra-Englan bernomor: 931/DPP-02/IV/A.I/II/2007 tertanggal 28 Februari 2007. Rekomendasi PKB itu ditandatangi Gus Dur, Sekretaris Dewan Syura Muhidin Arugusman. Selain itu juga turut membubuhi tanda tangannya Ketua Umum Dewan Tanfidz RA Muhaimim Iskandar, M.Si. dan Sekretaris Jenderalnya Ir.H.M Lukman Edy, M.Si. Tembusannya disampaikan kepadaDPW PKB Bali di Denpasar dan Ketua KPU Kabupaten Buleleng di Singaraja.

Dalam surat keputusan DPP PKB Nomor: 931/DPP-02/IV/A.I/II/2007 tertanggal 28 Ferbuari 2007 menetapkan dan mengesahkan Made Westra, SH, sebagai calon kepala daerah dan Ketut Englan sebagai calon wakil kepala daerah Kabupaten Buleleg periode tahun 2007-2012.

Bahkan dalam rekomendasi itu, DPP PKB langsung memberikan instruksi kepada seluruh jajaran PKB di Kabupaten Buleleng untuk mengoptimalkan seluruh potensi partai yang ada bagi kemenangan dan keberhasilan paket Westra-Englan dalam pilkada 12 Juni 2007 mendatang. (frs)

Sumber: Radar Bali 

Posted by at 07:23:52 | Permanent Link | Comments (0) |