Tuesday, June 05, 2007

Pilkada Bali: Dhamantra Disilakan Maju

DPD PDIP Bali memberikan lampu hijau kepada Nyoman Dhamantra yang berniat maju ke bursa pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2008. Namun, perkara terpilih atau tidak, mekanisme partai yang akan menentukan. Sebaliknya, DPC PDIP Denpasar belum memberikan respons.

Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPD PDIP Bali, Adenan, menyatakan Dhamantra memang kader Banteng Gemuk. Dhamantra baru saja diangkat menjadi Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu di bawah Departemen Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDIP Bali. Pengangkatannya ditetapkan dengan SK 002/KPTS/DPD/02/1/2007. "Ya, dia (Dhamantra) memang kader kami. Soal dia mau maju ke Pilgub, seperti kami sampaikan sebelumnya, PDIP merupakan partai terbuka, partai milik rakyat. Jangankan kader PDIP, non-kader saja kami persilakan untuk maju," jelas Adenan.

Sesuai dengan perintah partai dan mekanisme yang ada, kata Adenan, dikotomi terhadap kandidat itu dilarang dalam napas PDIP. Artinya, sebagai partai terbuka, PDIP sifatnya universal. Pihak manna pun diakomodasi, sepanjang membawa kemajuan bagi partai dan tidak melenceng dari aturan. "Lagian, sudah ada mekanisme dan aturan main. Silakan maju," katanya. Soal Dhamantra selama ini berada di Jakarta, kata Adenan, itu memang benar. Namun, pengusaha sukses yang juga pengurus Kadin Pusat itu aktif memberikan arahan dalam setiap kegiatan di Bali. Soal organisasi pun, kata Adenan, Dhamantra bukan orang asing. Sebab, Dhamantra adalah mesin Forum Merah Putih dan sebagai pialang dalam kegiatan organisasi lainnya di Bali. "Kalau di PDIP, tidak ada melihat apa dia kader baru atau lama. Sepanjang membawa kemajuan, partai akan menerimanya. Dhamantra cukup punya kualitas," tegas Adenan. Di lain sisi, DPC PDIP Denpasar belum mendapatkan respons atas pernyataan Dhamantra sebelumnya yang mengaku terdaftar sebagai kader PDIP Denpasar dan siap maju ke bursa Pilgub Bali. Dikonfirmasi NusaBali, Ketua DPC PDIP Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menolak mengomentari Dhamantra. Menurut Jaya Negara, pihaknya tidak mau berpolemik soal kader dan non- kader. "Saya tidak dalam kapasitas berkomentar. Saat ini saya no comment soal itu," elaknya. Ketika didesak apakah Dhamantra aktif di kegiatan partai Banteng Gemuk di Denpasar, Jaya Negara lagi-lagi menolak enggan berkomentar.

Namun sebelumnya, sejumlah elite PDIP di Denpasar cenderung memilih AA Ngurah Puspayoga (kader yang Walikota Denpasar) maju ke Pilgub Bali. Sebelumnya, Dhamantra menegaskan kesiapannya untuk maju ke Pilgub Bali. Namun, Dhamantra masih tunggu momentum untuk actions. Dhamantra mengakui saat ini dia tercatat sebagai kader PDIP Denpasar, meskipun tinggal di Jakarta. Sebagai kader PDIP, dia sadar bahwa partainya punya mekanisme. Ada proses-proses hingga seorang kandidat bisa meraih tiket ke Pilgub. "Kalau nanti sudah didaftarkan induk partai, tentu saya akan serius menjalaninya, termasuk melakukan lobi-lobi," ujar Dhamantra kepada NusaBali di Jakarta, Sabtu (2/6). Karena dirinya terdaftar sebagai kader PDIP Denpasar, maka nantinya kalau memang dipilih, akan didaftarkan sebagai bakal calon Gubernur oleh DPC PDIP Denpasar. "Kalau sudah didaftarkan, saya siap melakukan lobi-lobi dan menyampaikan visi-misi," katanya.

Sementara itu, Partai Golkar tidak terpengaruh dengan gencarnya isu Pilgub di kubu PDIP. Golkar tetap menunggu aturan main partai dalam menentukan balon Gubernur. Kandidat kuat dari Golkar yang saat ini disebut-sebut sebagai calon Gubernur, Cokorda Gede Budi Suryawan (Ketua DPD I Partai Golkar) Bali juga menolak menyebut siapa jago yang akan diusung partainya. Dikatakan Suryawan, di Golkar ada mekanisme penjaringan, yang didahului survei independen. "Survei itu, sesuai Juklak dari DPP, baru dilaksanakan H -6 bulan pelaksanaan Pilkada. Jadi, sampai saat ini kita belum menentukan kandidat, karena tahapan-tahapan itu baru akan dilaksanakan sekitar September 2007," ujar Suryawan yang ditemui terpisah kemarin. Soal adanya kandidat yang disebut-sebut bakal menumpang kendaraan Golkar, Suryawan mempersilakannya, karena Golkar adalah partai terbuka. Tapi, Golkar juga punya mekanisme. "Ah masih jauh, masih September nanti," kata Suryawan soal siapa saja tokoh yang akan disurvei. Soal kandidat independen seperti mantan Kapolda Bali Brigjen (Purn) Anak Agung Gede Antara, pun Suryawan enggan berkomentar. Alasannya, Golkar saat ini masih konsentrasi dengan kegiatan partai di akar rumput sebagai penampung aspirasi masyarakat. "Dalam kondisi sulit seperti sekarang, masyarakat 'kan membutuhkan karya nyata dan gerakan cepat. Jadi, buat sementara kami tidak membicarakan kandidat Gubernur, tapi lebih banyak turun membantu masyarakat yang sedang lesu ekonomi," ujar tokoh Puri Ubud ini.

nat

Sumber: Nusabali 

Posted by at 06:44:06 | Permanent Link | Comments (0) |

Pilkada Buleleng: Mobil Camat Busungbiu Dihancurkan

Diserang Banzer Rai Yusha
BUSUNGBIU-Hari keempat putaran pertama masa kampanye kemarin diwarnai aksi brutal. Stiker dan poster milik paket kandidat bupati/wabup PDIP Putu Bagiada dan Made Arga Pynatih dicabuti dan mobil dinas Camat Busungbiu DK 55 U dihancurkan massa.

Menurut Camat Busungbiu Ketut Asta Semadi bahwa aksi itu dilakukan Banzer, satuan pengamanan Paket Nyoman Ray Yusha dan Ni Putu Febri Antari, di Desa Titab dan Desa Subug, Busungbiu, kemarin.

Kepada koran ini, Camat Semadi sore kemarin menceritakan bahwa kemarin pagi massa paket Ray Yusha-Febri yang dikoordinir Banzer memasang stiker Ray Yusha-Febri di Desa Titab dan Desa Subug. Namun saat yang bersamaan massa ini juga mencabut atribut kandidat lain seperti stiker dan poster-poster milik Bagiada-Arga di kedua desa itu.

"Ada informasi dari kepala desa kepada saya bahwa ada pencabutan stikernya Pak Bagiada-Arga oleh massa Ray Yusha. Lalu tadi (kemarin, Red) dibahas bersama Pak Bupati (Gede Wardana) di kabupaten. Dan sudah diselesainya di bawah," cerita Semadi.

Sepulang dari pertemuan dengan bupati di Singaraja, Semadi ingin memantau kondisi terakhir di Desa Titab dan Subug. Sayang, begitu sampai di Desa Subug, sudah berkumpul sekitar 60-an massa. "Begitu saya masuk dengan mobil, massa itu langsung menyerang dengan menghancurkan kaca mobil. Saat itu saya masih di dalam mobil. Karena kondisi seperti itu saya langsung menyelamatkan diri," ungkap Semadi sambil meyakinkan masa itu pendukung Ray Yusha-Febri.

Sementara Kapolres Buleleng AKBP Setyo Dwiantoro menyebut peristiwa memalukan itu terjadi sekitar 14.30. Hanya saja, Kapolres tidak berani menyebut Banzer sebagai pelaku kerusakan mobil camat DK 55 U itu.(frs)

Sumer: Radar Bali 

Posted by at 06:30:47 | Permanent Link | Comments (0) |