Jadwal Kacau, Pendaftaran Diundur
Kacau! Pendaftaran bakal calon (balon) gubernur Bali yang dibuat PDIP diundur. Molornya pendaftaran calon gubernur dan gubernur tak lepas dari amburadulnya kinerja tim pendaftaran dan juga adanya beda penafsiran surat keputusan (SK) Nomor : 428/DPP/KPTS/XII/2004, tentang petunjuk penjaringan calon kepala daerah dari PDIP.
Di intern pengurus sendiri, ada perbedaan apakah pasangan yang bakal melamar ke PDIP harus menyertakan paket (wakil gubernur) atau tidak. Guna menengahi perbedaan tafsir itu, pihak DPD PDIP Bali pun meminta petunjuk pusat.
"Lebih baik pendaftaran ditunda dulu sambil menunggu DPP. Ini hal biasa di PDIP. Seperti di Buleleng juga mundur dua minggu," aku Ketua DPD PDIP Bali AA Ngurah Oka Ratmadi di sekretariat DPD Jalan Banteng, Denpasar, sore kemarin.
Perbedaan tafsir terkait pendaftaran balon gubernur dari PDIP tak hanya membingungkan intern partai sendiri. Ketidakberanian DPD mengambil sikap guna memutuskan persoalan itu pun membuat kesan "apa kata Mega" atau petunjuk dari atas, masih membayangi kinerja PDIP.
Selain itu balon yang mendaftar pun ragu menyerahkan formulir yang sudah dikantongi. Halnya dialami Wayan Sudirta SH, salah satu balon yang rencananya Senin kemarin, resmi mendaftarkan diri. Akhirnya, lewat timnya membatalkan diri.
Meski memendam polemik, Cok Rat-sapaan akrab AA Ngurah Oka Ratmadi-tetap terlihat santai. Bisa dibilang meminjam istilah Gus Dur "Gitu aja kok repot". Cok Rat malah melihat mundurnya pendaftaran yang seharusnya sudah mulai 2 Agustus lalu bagian dari penjaringan yang dilakukan PDIP.
"Kalau soal ini (pendaftaran, red) saja (balon) sudah pengeng (pusing), bagaimana kalau kampanye? " jawabnya enteng sambil terkekeh. "Tiga hari saja sudah keluar petunjuk dari DPP kok, kita lihat dulu," imbuhnya.
Bagaimana jika balon benar-benar ngambek, apakah PDIP tidak rugi dengan semakin terbukanya kandidat independen? "Itu alasan kecil saja. PDIP sudah biasa kalah menang," tukasnya sembari kembali melempar joke-joke segar ala Cok Rat.
Di bagian lain, I Made Arjaya, wakil ketua DPC PDIP Denpasar menyayangkan soal amburadulnya pendaftaran balon. Ditambah lagi pernyataan-pernyataan intern PDIP yang semakin membuat bingung balon yang akan bertarung pada rakerdasus (rapat kerja daerah khusus) nanti.
Lebih jauh, kata dia, menilik SK 428, sejatinya DPP sudah memberikan wewenang pada DPD. Dengan demikian, keputusan soal maju tidaknya calon menjadi hak prerogatif daerah. Apalagi, DPD PDIP Bali sendiri memiliki tim ahli yang bisa diajak urun rembuk soal aturan main yang akan dijalankan.
Yang terpenting adalah apa pun hasil dari rakerdasus DPP bisa merubah atau pun mengganti pasangan paket pemenang.
Wita Dirikan Posko
Sementara itu, salah satu balon yang juga akan bertarung pada rakerdasus PDIP Bali yakni Prof Dr I Wayan Wita. Sore kemarin juga nongol di sekretariat DPD PDIP Jalan Banteng.
Wita yang masih mengenakan seragam kebesaran putih-putih, warna kebanggaan dokter. Langsung menyampaikan niatnya untuk mendaftar hari ini. Meski Cok Rat secara tegas menyatakan pendaftaran ditunda. "Saya sudah ditanya dan ditelepon orang-orang sudah daftar kok, saya belum," tutur ahli jantung Unud tersebut perihal support konstituennya.
Namun sayang saat disinggung soal berapa besar dukungan yang telah dikantongi, Wita masih ragu menjawab. Hanya saja, beber dia, ada konstituennya dari RS Sanglah, Buleleng dan tempat lain di Provinsi Bali. "Sedang dihitung, kalau kurang kan bisa disusul," jawabnya yang mendapat anggukan Cok Rat.
Begitu juga soal besaran dana yang telah dikantongi untuk berlaga pada bursa pilgub nanti, Wita mengaku hanya bermodal dua buku (tentang perguruan tinggi ) yang dia karang.
Menurut dia, pengetahuan lebih berharga daripada uang. Nah, dua buku itulah yang akan dia bawa saat mengenalkan diri kepada kader PDIP maupun konstituennya. "Waktu penjaringan kan nggak butuh, hanya saat kampanye saja," seloroh Cok Rat yang disambut tawa Wita.
Selain itu, hari ini Wita mengaku akan membuka posko di kediamannya bilangan Jalan Raya Teuku Umar. Tujuannya untuk menampung masukan dari masyarakat. "Saya akan buka posko untuk menampung masukan dari masyarakat," pungkasnya.(gup)
Sumber: Radar Bali
