Thursday, January 31, 2008

Kader PDIP Pertanyakan Transparansi Hasil Survey


Denpasar, Keluarnya rekomendasi cagub dan cawagub dari PDIP memunculkan pertanyaan dari beberapa kader PDIP militan tentang lembaga survey yang dipakai dalam pengambilan keputusan tersebut.

Salah satu pengurus teras DPD PDIP Bali asal Jembrana, Made Wirya mempertanyakan mekanisme pengambilan keputusan yang mempertimbangkan hasil survey.

"Sampai saat ini kita tidak tahu lembaga survey apa yang dipakai, dan bagaimana hasilnya," ujarnya.

Sumber kuat di DPP PDIP menyampaikan, survey yang dipakai sebagai pertimbangan mengeluarkan rekomendasi adalah Lembaga Survey Rekode yang berlokasi di Tanah Abang Jakarta. Dari penelusuran Beritabali.com, lembaga survey ini dipimpin oleh Dolfie Palit, salah seorang mantan calon legislatif (Caleg) PDIP dari wilayah Jawa Barat.

Seorang kader PDIP yang tidak mau disebutkan namanya, menyampaikan bahwa Direktur Eksekutif lembaga survey tersebut (Dolfie Palit, red) pernah tercantum sebagai penyumbang dana kampanye bermasalah untuk Mega-Hasyim saat pemilihan presiden yang lalu, yang direlease oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

Sementara itu, Ketua PAC PDIP Rendang, I Ketut Wijaya Mataram atau yang akrab dipanggil Vijay, menyatakan kalau DPP PDIP tidak transparan dalam mengumumkan hasil survey. Dia juga mempertanyakan independensi dari lembaga survey yang dipakai.

“Survey yg lebih akurat adalah respondenya para pengurus PDIP sampai ke ranting-ranting,” pungkas Vijay. (ctg)
 
sumber: www.beritabali.com
Posted by at 21:02:19 | Permanent Link | Comments (0) |

Akhirnya Pilih Pastika Daripada Winasa


Denpasar, DPP PDI Perjuangan memutuskan pasangan Komjen Pol I Made Mangku Pastika dan Drs. AA Gde Ngurah Puspayoga sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada Provinsi Bali mendatang. Rekomendasi pasangan tersebut ditetapkan DPP Partai dalam rapat pleno yang digelar Sabtu tadi sore (26/1) di kantor DPP Partai, Jl. Lenteng Agung No. 99, Jakarta Selatan.

Informasi resmi ini disampaikan melalui siaran pers yang dikirim DPP PDIP ke beritabali.com. Siaran pers ini ditandatangi oleh H.Daryatmo Mardiyanto Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Informasi dan Komunikasi.

Rekomendasi DPP Partai untuk pasangan I Made Mangku Pastika dan Drs. AA Gde Ngurah Puspayoga ini merupakan satu dari lima nama yang telah direkomendasikan Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) PDI Perjuangan Provinsi Bali pada 15 September tahun lalu.

Daryatmo Mardiyanto menyampaikan bahwa pembahasan untuk menetapkan rekomendasi Partai memang sudah berjalan secara intensif sejak awal, setelah selesai Rakerdasus Partai Provinsi Bali. Berbagai pertimbangan menjadi masukan bagi rapat Partai serta masukan yang sifatnya informal serta berbagai kajian atas survei yang dilakukan oleh berbagai lembaga masyarakat dan dari Partai, termasuk kualitas serta integritas pribadi para bakal calon itu sendiri.

PDI Perjuangan sendiri merasa sangat optimis dapat memenangkan arena pemilihan gubernur Bali ini. Sebagai referensi historis, pada pemilu 2004, di Bali, PDI Perjuangan merupakan Partai pemenang pemilu dengan perolehan suara sebanyak 999.889 (52.50 persen) dari 1.904.610 suara sah. PDI Perjuangan sendiri menduduki 30 kursi DPRD Provinsi Bali dari total 55 kursi.

Pada pemilihan presiden 2004 lalu pasangan Mega-Hasyim juga memperoleh kemenangan mutlak di provinsi Bali tersebut dengan perolehan 1.115.788 suara pada pilpres putaran I, dan memperoleh 1.246.521 pada putaran II. Selain itu, Dewa Made Beratha dan I.G.N. Kesuma Kelakan sebagai gubernur dan wakil gubernur Bali saat ini juga merupakan calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan pada pemilihan gubernur sebelumnya.

Lebih lanjut, Daryatmo Mardiyanto menyampaikan dalam konteks referensi personal pasangan I Made Mangku Pastika dan Drs. AA Gde Ngurah Puspayoga sebagai pasangan cagub dan cawagub dinilai memiliki pengalaman yang lebih dari cukup untuk membawa Provinsi Bali ke arah yang lebih baik. Mangku Pastika adalah Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) yang telah berhasil menangani kasus bom Bali. Sedang Puspayoga kini Walikota Denpasar dua periode. Masyarakat Denpasar mengenal Puspayoga sebagai pejabat yang merakyat dan ramah serta tidak membeda-bedakan status sosial.

"Dalam rapat DPP Partai Sabtu sore tadi pun memutuskan kepada pasangan tersebut untuk melakukan persiapan dan sosialisasi ke berbagai kalangan, dan dimulai dengan sosialisasi di kalangan internal Partai di seluruh jenjang struktur Partai dengan panduan dari DPP Partai untuk mengukuhkan konsolidasi Partai," pungkas Daryatmo Mardiyanto. (gus)

sumber: www.beritabali.com
Posted by at 20:12:10 | Permanent Link | Comments (1) |