Saturday, October 13, 2007

Kader PDIP Gianyar Nyempal ke Cok Ace

  * Warga dari Berbagai Wilayah Sampaikan Aspirasi ke Puri Ubud
Sebutan calon bupati – wakil bupati yang diusung rakyat Gianyar memang sangat
tepat disandang pasangan Ir Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, MSi alias Cok Ace
dan Dewa Made Sutanaya, SH (AS). Buktinya, bukan hanya kader parpol anggota
Koalisi Rakyat Gianyar yang mendukung AS, kader PDIP pun tak sedikit yang berbulat
tekad untuk memenangkan AS dalam Pilkada mendatang.
Hal ini terungkap ketika ratusan warga masyarakat dari berbagai lapisan bertandang
ke Puri Ubud, Jumat (12/10) malam. Diantara massa tersebut ternyata terdapat
sejumlah kader PDIP dari berbagai wilayah, diantaranya Keramas dan Blahbatuh. 
Mereka memang tidak datang atas nama partai, melainkan sebagai pribadi yang merasa
terpanggil untuk mendukung program perubahan yang diusung Cok Ace – Sutanaya.
"Kami datang kesini bukan atas nama partai, melainkan sebagai sameton Arya
Kepakisan. Sedangkan untuk dukung mendukung dalam Pilkada nanti, kami tidak
melihat partai. Yang patut didukung buat kami adalah figur yang layak dan teruji.
Kami menilai Cok Ace-Sutanaya merupakan pilihan yang sangat tepat,” tandas kader
PDIP bernama lengkap I Made Raka.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri masyarakat dari Medahan, Belega, Tojan, dan
Sabha itu terjadi dialog yang cukup akrab. Warga menyampaikan aspirasinya tentang
pembangunan di berbagai sektor. Diantaranya keinginan warga tentang pelayanan
kesehatan yang baik di Kabupaten Gianyar.  “Kalau Cok Ace terpilih nanti, kami
berharap agar pelayanan di RSUD Sanjiwani tidak laksana membeli botol dan airnya,
lebih mahal botolnya ketimbang airnya. Maksud kami, biaya ongkos inap lebih mahal
ketimbang membeli obat. Sudah begitu, pelayanannya juga kurang baik. Selain itu,
pelayanan kesehatan untuk rakyat miskin juga terlalu birokratis. Banyak rakyat
miskin yang kesulitas mendapat pelayanan gratis gara-gara tidak memiliki kedekatan
atau hubungan baik dengan aparat,” keluh salah seorang warga kepada Cok Ace.
Warga masyarakat juga menyoroti terkikisnya lahan pertanian akibat proses
pembangunan yang tak terencana dengan baik. Selain itu, tingkat kunjungan
wisatawan asing yang tidak mengalami perkembangan signifikan, juga mendapat
perhatian warga. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah terciptanya pemerintahan
yang adil dan tak pilih kasih. “Sekarang ini hanya masyarakat yang tunduk dan
mengikuti ‘permintaan’ dari penguasa yang mendapat bantuan,” tukas seorang warga
yang ikut hadir.
Dengan membaiknya kondisi perekonomian Gianyar, warga berharap Cok Ace bila menang
nanti bisa menerapkan system pendidikan dan kesehatan gratis, khususnya bagi
rakyat miskin.
Mendengar keluh-kesah tersebut, Cok Ace yang waktu itu didampingi kakandanya,
Tjokorda Putra Sukawati yang juga penasehat Bali Tourism Board (BTB) dan Tjokorda
Ngurah Suyadnya alias Tjok Wah, menanggapinya dengan ramah. Sebagai pengayom dan
pemimpin masyarakat, jelas Cok Ace, sudah seharusnya kalau dirinya memperjuangkan
aspirasi rakyat tersebut. Apalagi apa yang disampaikan warga masyarakat tersebut
memang sesuai dengan visi dan misi yang diperjuangkan Cok Ace – Sutanaya, yakni
kebijakan pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
" Kalau rakyat haus berarti mereka membutuhkan air dan ketika rakyat lapar berarti
membutuhkan makanan. Jadi, kalau masyarakat menyuarakan aspirasi seperti itu,
berarti kondisi mereka memang membutuhkan itu. Sudah menjadi tugas pemimpin yang
menjabat untuk melaksanakannya, " kata Cjok Ace.
Pada kesempatan itu, Cok Ace juga menyarankan agar masyarakat tidak segan-segan
menyampaikan saran dan kritinya. "Kami tak akan bisa lepas dari rakyat, karena
kami disini besar karena rakyat, dan kami bisa jadi Calon Bupati juga atas
kehendak rakyat," tuturnya. (asm)
Posted by at 20:26:58 | Permanent Link | Comments (0) |
Comments
Write a comment