Pilkada Gianyar: Beratha Ditantang, Pilih PDIP Atau Adik
Gubernur Bali Dewa Made Bertaha dijepit pilihan politik. Saat Pilkada Gianyar menghangat, Beratha justru ditantang komitmennya oleh kader-kader PDIP: pilih partai yang menyokongnya menjadi Gubernur Bali atau adiknya, Dewa Made Sutanaya (yang kini maju sebagai Calon Wakil Bupati Gianyar dari Partai Golkar dan gabungan parpol gurem, berpasangan dengan Cok Ace.
Sebagai Gubernur yang diusung PDIP, Beratha dituntut para kader Banteng Gemuk untuk mendukung pasangan calon incumbent AA Gde Agung Bharata/Putu Yudha Thema (Cabup/Cawabup dari PDIP) pada Pilkada Gianyar nanti. Namun, di lain sisi, adik kandung Gubernur, Sutanaya, justru maju di paket Wabup Gianyar mendampingi tokoh Puri Ubud Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace. Tak tanggung-tanggung, tantangan kader PDIP untuk Gubernur Beratha itu diungkapkan dalam pemandangan umum FPDIP DPRD Bali, pada sidang paripurna dengan eksekutif, Selasa (30/10), di gedung Dewan. FPDIP sebagai fraksi terbesar, menagih utang politik ke Beratha yang naik sebagai Gubernur Bali untuk kedua kalinya melalui kendaraan politik PDIP. Beratha diminta komitmennya agar memenangkan paket Bharata/Yudha Thema di Pilkada Gianyar 2008. Pemenangan dan komitmen kepada Beraha itu dinilai sebagai kompensasi, balas budi, atau bayar utang karena dia lahir sebagai Gubernur dari PDIP pada 2003 lalu. Juru bicara FPDIP, I Ketut Kariyasa Adnyana, menyelipkan kata-kata itu pada akhir pembacaan pemandangan umumnya di hadapan anggota rapat Dewan yang langsung dihadiri Gubernur Beratha kemarin. Kariyasa Adnyana menyebutkan, Beratha sebagai Gubernur yang lahir dari PDIP harus komit dalam mengamankan paket Bayu (Bharata/Yudha). "Kami dari Fraksi PDIP meminta Pak Gubernur mendukung calon dari PDIP untuk Pilkada Gianyar," kata Kariyasa Adnyana.
Politisi PDIP kelahiran Buleleng ini mengatakan alasan-alasannya. Menurut Kariyasa Adnyana, Gubernur Beratha dulu diperjuangkan PDIP dalam Pilgub Bali. Dengan begitu, Beratha sudah dianggap sebagai kader PDIP. "Sebagai kader partai, otomatis harus ikut memenangkan jago PDIP di Gianyar," tegas Kariyasa Adnyana. Kariyasa Adnyana menyatakan pendapat itu sebagai saran karena Beratha adalah kader PDIP. Kondisi ini jelas membuat posisi Beratha terjepit. Sebab, serangan PDIP itu sekaligus berupaya menggoyang kekuatan paket Cok Ace/Sutanaya---adik kandung Beratha. Kader senior PDIP yang juga anggota FPDIP lainnya, I Made Beratha Wiryadana, mengatakan tidak neko-neko dan membuat-buat permintaan itu. Uusai sidang, dia mengatakan Beratha tercatat sebagai kader PDIP, sehingga tidak ada alasan tak sanggup dalam memenangkan kader sendiri.
"Perlu digarisbawahi, Dewa Beratha adalah kader PDIP. Secara histories, dia kader kita dan wajib kita minta mengamankan kader di Gianyar," tegas Wiryadana. Apa jawaban Beratha? Usai sidang kemarin, Beratha masih malu-malu menyatakan mendukung adiknya. Ketika ditanya soal komitmennya akan kemana, karena dicap sebagai kader PDIP, Beratha mengatakan dirinya tidak ke mana-mana dan di mana-mana. "Saya ada di timur, selatan, barat, utara, dan di tengah-tengah," ujarnya politis. Menurutnya, Sutanaya memang adik kandungnya. Meski demikian, dirinya tidak akan mendukung siapa-siapa. "Meskipun dia adik saya, saya tetap di tengah-tengah," ujarnya. Ditanya soal kimetmennya kepada PDIP, mantan Sekwilda Bali ini mempertegas, dirinya adalah kader rakyat Bali. "Saya kader rakyat Bali," tegasnya. Ucapan Beratha ini memperkuat klaim Sutanaya kalau dirinya memang benar-benar direstui kakaknya. Sutanaya sejak awal sudah mengatakan mendapatkan dukungan dari Beratha sebagai kakak. Hal itu terjadi dalam setiap pertemuan keluarga. Kalau memang benar, bisa jadi Beratha akan menggerakkan gerbong kekuatannya yang 'kasat mata' untuk mendukung Sutanaya.
Sumber: Nusa Bali
