Saturday, September 8, 2007

Pilkada Gianyar: Tjok Ace Menang Konvensi Golkar

Gianyar, Tjokorda Artha Ardana Sukawati alias Tjok Ace akhirnya menang telak dalam konvensi Golkar melawan Anak Agung Netra, Sabtu (1/9). Ketua PHRI Bali ini meraih suara 81 sedangkan sisanya lagi 19 buat Netra.

Acara yang dihadiri oleh pengurus DPP Golkar, DPD Golkar Bali serta DPD Golkar Gianyar serta ormas lainnya ini sempat diselingi gelak tawa, lantaran masing-masing Cabup Golkar melontarkan lelucon - lelucon menarik.

Acara yang dimulai pukul 10.00 Wita ini, akhirnya ditutup dengan kemenangan buat Tjok Ace. Dalam kesempatan tersebut, Tjok Ace sempat mengucapkan terima kasih kepada saudaranya yakni Tjok Ibah sebagai Ketua DPD Golkar Gianyar, lantaran kebesaran jiwanya tak mengikuti konvensi, hingga membuat dirinya menang dalam hajatan tersebut.

“ Mari sama -sama membuat Gianyar ini lebih baik, “ katanya. Sementara itu, seperti diketahui bahwa dalam Konvensi Golkar, DPP Golkar memiliki hak suara sebesar 20 persen, DPD Golkar Bali 30 persen, DPD Golkar Gianyar 20 persen dan organisasi sayap 10 persen. (Art)

Sumber: www.beritabali.com 

Posted by at 14:00:12 | Permalink | No Comments »

Pilkada Gianyar: Gianyar Butuh Pemimpin Miliki Akses Luar Negeri

Gianyar, Aspirasi masyarakat Gianyar menjelang Pilkada semakin terdengar. Seperti yang disampaikan oleh I Ketut Suardana, Ketua Yayasan Suara Dana, Celuk, Gianyar menginginkan kalau kedepannya Kabupaten Gianyar dipimpin oleh seorang pemimpin yang cinta seniman dan memiliki akses luar negeri.

” Pemimpin yang memiliki akses ke luar negeri, itulah pemimpin dambaan kami, ” ucap Pria yang suka mengkolaborasikan gamelan klasik Bali dengan musik modern ini.

” Cinta yang dimaksud disini adalah memberikan perhatian lebih kepada para seniman, ” jelas Ketua Yayasan yang berkiblat dalam pelestarian gamelan klasik Bali ini.

Dilain sisi, Pria asal Celuk ini juga menginginkan kedepan, pemimpin Gianyar memiliki akses yang luas dengan negara Eropa. Sehingga roda bisnis antara para seniman dengan negara luar bisa lebih di dengan baik. Sehingga, nantinya gairah seniman bangkit terus untuk berkarya. (art)

Sumber : www.beritabali.com
 

Posted by at 13:56:34 | Permalink | No Comments »

DPP PDIP Larang Bupati Tampil pada Pilgub Bali

 
 

JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) melarang kadernya yang menjabat sebagai bupati mengikuti pemilihan gubernur (pilgub) Bali pada 2008.

“Tidak ada larangan bagi lainnya. Yang tidak diperpolehkan itu bupati dari kader PDIP yang baru menjabat setengah tahun. Kok sudah minta jabatan lain,” kata Sekjen PDIP Pramono Anung saat dihubungi okezone, Senin (20/8/2007).

Pramono menjelaskan, larangan tersebut dikarenakan bupati yang baru menjaba enam bulan harus mempertanggungjawabkan kerjanya kepada masyarakat Bali.

Seperti diketahui, beberapa kader PDIP di Bali seperti IGN Alit Kesuma Kelakan (Wakil Gubernur Bali), AA Ngurah Puspayoga (Wali Kota Denpasar), Gde Winasan (Bupati Jembrana) dan Adi Wiryatama (Bupati Tabanan) yang baru menjabat enam bulan mengisyaratkan akan ikut pilgub Bali yang akan digelar pada 2008 mendatang. (fmh)

sumber okezone 

Posted by at 13:19:03 | Permalink | No Comments »

Winasa Isyaratkan Gandeng Alit Putra

Negara, Bupati Jembrana, I Gede Winasa yang mencalonkan diri menjadi kandidat Gubernur Bali dari kubu PDI Perjuangan pada Pilgub Bali 2008 nampaknya akan menggandeng Ketua DPD Partai Demokrat Bali, IGB. Alit Putra.

Hal tersebut terungkap ketika Winasa dan Alit Putra bertemu dalam satu meja saat peringatan hari lahirnya Partai Kebangkitan Bangsa di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Selain Winasa dan Alit Putra, Ketua DPW PKB, HS. Abdul Wahab pun tampak hadir pada acara tersebut.

Winasa yang dikonfirmasi mengatakan pertemuannya dengan Ketua DPD Partai Demokrat yang juga akan mencalonkan diri sebagai kandidat Calon Gubernur itu hanyalah dalam rangka menghadiri undangan PKB. Terkait kemungkinan koalisi setelah pertemuan tersebut, Winasa tidak menampiknya.

“Tidak ada yang tidak mungkin dalam politik, termasuk menggunakan kendaraan lain. Kalau nantinya terjadi koalisi, hal itu mungkin saja terjadi,” ujar Winasa.

Sementara Alit Putra pun menyampaikan hal yang senada dengan Winasa. Hanya saja Alit Putra menambahkan kemungkinan koalisi tesebut haruslah melalui pembicaan dan diskusi-diskusi yang lebih jauh.

Untuk sekedar diketahui, Winasa sebelumnya mengatakan akan berjuang melalui PDI Perjuangan untuk merebut kursi Bali 1 dan akan bertandem dengan Alit Kelakan yang juga Wakil Gubernur Bali. Sementara Alit Putra masih mencari-cari kendaraan dan sedang menjajaki kemungkinan di Koalisi Bali Dwipa dan kemungkinan untuk menjadi calon dari jalur independen.(pas)

Sumber: www.beritabali.com 

Posted by at 13:02:30 | Permalink | Comments (4)

Pilgub 2008: Dewan Minta PNS Netral

Jembrana, Suhu politik menjelang Pilkada Bali pada tahun 2008 mendatang rupanya mulai meningkat. Para kandidat gubernur pun mulai bergerilya untuk menggalang dukungan. Bahkan para PNS dan keluarganya pun mulai disasar oleh para kandidat calon gubernur ini.

Kemungkinan-kemungkinan tersebut rupanya menimbulkan kekhawatiran para anggota DPRD Jembrana. Dalam pandangan umum Fraksi Golkar pada Rapat Paripurna II masa Persidangan II DPRD Kabupaten Jembrana, para PNS diminta agar benar-benar netral dalam Pilgub Bali tahun 2008 mendatang.

Sebelumnya, Ketua Partai Golkar, Nengah Nersen, mengatakan nuansa politik sudah merambah hingga tingkat paling bawah, terutama pada saat Pemilihan Perbekel (Pilkel). Nersen mengaku beberapa kader Golkar terpaksa mengundurkan diri dalam Pilkel lalu akibat mendapat tekanan terkait keinginan yang bersangkutan untuk maju dalam Pilkel.

Sementara Ketua Fraksi Golkar DPRD Jembrana, Ketut Subadi, mengatakan saat ini seharusnya masyarakat diberikan kebebasan memilih. Ia juga menyayangkan adanya oknum-oknum tertentu yang sengaja menggiring masyarakat untuk memilih pada satu calon saja. (pas)

Sumber: www.beritabali.com 

Posted by at 13:01:29 | Permalink | No Comments »

Monday, August 6, 2007

Jadwal Kacau, Pendaftaran Diundur

Kacau! Pendaftaran bakal calon (balon) gubernur Bali yang dibuat PDIP diundur. Molornya pendaftaran calon gubernur dan gubernur tak lepas dari amburadulnya kinerja tim pendaftaran dan juga adanya beda penafsiran surat keputusan (SK) Nomor : 428/DPP/KPTS/XII/2004, tentang petunjuk penjaringan calon kepala daerah dari PDIP.

Di intern pengurus sendiri, ada perbedaan apakah pasangan yang bakal melamar ke PDIP harus menyertakan paket (wakil gubernur) atau tidak. Guna menengahi perbedaan tafsir itu, pihak DPD PDIP Bali pun meminta petunjuk pusat.

“Lebih baik pendaftaran ditunda dulu sambil menunggu DPP. Ini hal biasa di PDIP. Seperti di Buleleng juga mundur dua minggu,” aku Ketua DPD PDIP Bali AA Ngurah Oka Ratmadi di sekretariat DPD Jalan Banteng, Denpasar, sore kemarin.

Perbedaan tafsir terkait pendaftaran balon gubernur dari PDIP tak hanya membingungkan intern partai sendiri. Ketidakberanian DPD mengambil sikap guna memutuskan persoalan itu pun membuat kesan “apa kata Mega” atau petunjuk dari atas, masih membayangi kinerja PDIP.

Selain itu balon yang mendaftar pun ragu menyerahkan formulir yang sudah dikantongi. Halnya dialami Wayan Sudirta SH, salah satu balon yang rencananya Senin kemarin, resmi mendaftarkan diri. Akhirnya, lewat timnya membatalkan diri.

Meski memendam polemik, Cok Rat-sapaan akrab AA Ngurah Oka Ratmadi-tetap terlihat santai. Bisa dibilang meminjam istilah Gus Dur “Gitu aja kok repot”. Cok Rat malah melihat mundurnya pendaftaran yang seharusnya sudah mulai 2 Agustus lalu bagian dari penjaringan yang dilakukan PDIP.

“Kalau soal ini (pendaftaran, red) saja (balon) sudah pengeng (pusing), bagaimana kalau kampanye? ” jawabnya enteng sambil terkekeh. “Tiga hari saja sudah keluar petunjuk dari DPP kok, kita lihat dulu,” imbuhnya.
Bagaimana jika balon benar-benar ngambek, apakah PDIP tidak rugi dengan semakin terbukanya kandidat independen? “Itu alasan kecil saja. PDIP sudah biasa kalah menang,” tukasnya sembari kembali melempar joke-joke segar ala Cok Rat.

Di bagian lain, I Made Arjaya, wakil ketua DPC PDIP Denpasar menyayangkan soal amburadulnya pendaftaran balon. Ditambah lagi pernyataan-pernyataan intern PDIP yang semakin membuat bingung balon yang akan bertarung pada rakerdasus (rapat kerja daerah khusus) nanti.

Lebih jauh, kata dia, menilik SK 428, sejatinya DPP sudah memberikan wewenang pada DPD. Dengan demikian, keputusan soal maju tidaknya calon menjadi hak prerogatif daerah. Apalagi, DPD PDIP Bali sendiri memiliki tim ahli yang bisa diajak urun rembuk soal aturan main yang akan dijalankan.

Yang terpenting adalah apa pun hasil dari rakerdasus DPP bisa merubah atau pun mengganti pasangan paket pemenang.

Wita Dirikan Posko

Sementara itu, salah satu balon yang juga akan bertarung pada rakerdasus PDIP Bali yakni Prof Dr I Wayan Wita. Sore kemarin juga nongol di sekretariat DPD PDIP Jalan Banteng.
Wita yang masih mengenakan seragam kebesaran putih-putih, warna kebanggaan dokter. Langsung menyampaikan niatnya untuk mendaftar hari ini. Meski Cok Rat secara tegas menyatakan pendaftaran ditunda. “Saya sudah ditanya dan ditelepon orang-orang sudah daftar kok, saya belum,” tutur ahli jantung Unud tersebut perihal support konstituennya.

Namun sayang saat disinggung soal berapa besar dukungan yang telah dikantongi, Wita masih ragu menjawab. Hanya saja, beber dia, ada konstituennya dari RS Sanglah, Buleleng dan tempat lain di Provinsi Bali. “Sedang dihitung, kalau kurang kan bisa disusul,” jawabnya yang mendapat anggukan Cok Rat.

Begitu juga soal besaran dana yang telah dikantongi untuk berlaga pada bursa pilgub nanti, Wita mengaku hanya bermodal dua buku (tentang perguruan tinggi ) yang dia karang.
Menurut dia, pengetahuan lebih berharga daripada uang. Nah, dua buku itulah yang akan dia bawa saat mengenalkan diri kepada kader PDIP maupun konstituennya. “Waktu penjaringan kan nggak butuh, hanya saat kampanye saja,” seloroh Cok Rat yang disambut tawa Wita.

Selain itu, hari ini Wita mengaku akan membuka posko di kediamannya bilangan Jalan Raya Teuku Umar. Tujuannya untuk menampung masukan dari masyarakat. “Saya akan buka posko untuk menampung masukan dari masyarakat,” pungkasnya.(gup)

Sumber: Radar Bali 

Posted by at 23:11:50 | Permalink | No Comments »

I Gede Winasa, Ketua DPC PDIP dan Bupati Jembrana

Prof Dr drg I Gede Winasa, 57, terkenal sebagai Bupati yang memiliki kebijakan pro-rakyat. Dengan kebijakannya itu pula, Bupati Jembrana ini meraih berbagai penghargaan, selain juga mengantongi tujuh rekor Muri (Museum Rekor Indonesia).

Salah satu kebijakan Gede Winasa yang menggelemungkan reputasinya di kancah nasional bahkan internasional adalah program pendidikan gratis dan kesehatan gratis. Tak heran jika Ketua DPC PDIP Jembrana ini disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk perebutkan posisi Gubernur Bali 2008-2013. Bahkan, Winasa termasuk di antara 20 tokoh Bali yang masuk bursa DPP Partai Golkar untuk disurvei LSI, buat penjaringan Calon Gubernur dari Partai Beringin. Selain masuk bursa di LSI Partai Golkar, Winasa juga muncul di Koalisi Bali Dwipa (KBD)—koalisi enam partai gurem yang hendak mengajukan Calon Gubernur Bali. Dan, tentu saja, Winasa juga menjadi kandidat unggulan dalam Rakerdasus di partainya untuk memilih Calon Gubernur Bali dari PDIP. Mana yang akan dipilih Winasa?

Sejak awal, Winasa tak mau naik kendaraan lain untuk maju ke Pilgub Bali 2008, selain partainya sendiri. Buat Winasa, logikanya seorang Ketua DPC PDIP ya maju ke Pilgub dengan kendaraan PDIP. Karena itu, Winasa tak ingin maju ke Konvensi Golkar maupun naik kendaraan KBD. “Kita sudah punya kendaraan sendiri, kok bingung pinjam kendaraan orang lain,” kata Winasa kepada NusaBali di ruang kerjanya belum lama ini. Kendati demikian, Winasa mengaku tidak keberatan namanya masuk survei LSI versi Golkar. Dia pun menghargai Golkar yang telah memasukkan namanya. Hanya saja, Winasa tak ingin mengikuti Konvensi Golkar, karena sudah punya kendaraan bernama PDIP. Winasa mengaku khawatir ada tuntutan kompensasi khusus yang harus dibayar kepada banyak pihak yang menawarinya untuk naik kendaraan politik itu. “Jangan-jangan yang menawari kendaraan akan meminta kompensasi. Kalau begitu ‘kan lebih baik naik kendaraan sendiri,” terang pemegang Rekor Muri sebagai Bupati dengan prosentase perolehan suara terbanyak dalam Pilkada langsung ini. Yang pasti, Winasa memang getol ingin maju ke Pilgub Bali. Dia bukan sekadar ingin maju ke Pilgub, tapi ‘mau’ jadi Gubernur Bali. Niatnya itu dilandasi kenyataan di mana kondisi Bali amburadul pasca dua kali diguncang ledakan bom. Winasa pun ingin mengubah Bali ke arah yang lebih baik.

Winasa tak ingin membuat rasa keadilan dan kesejahteraan rakyat yang hanya dinikmati masyarakat Jembrana saja. Dia ingin berbuat serupa untuk masyarakat Bali secara keseluruhan. “Saya ingin menjadikan Bali lebih dari sekarang. Jika dengan semagat perubahan, Bali akan lebih baik daripada Jembrana sekarang ini. Sebab, sumber daya manusia dan sumber daya alam Bali lebih baik daripada Jembrana,” terang Bpati yang juga Sekjen Badan Koordinasi Kabupetan Se-Indonesia ini. Knsep yang ditawarkan Winasa untuk mengubah Bali terbilang sangat sederhana, tapi jika tidak dilandasi kemauan kuat hal itu sulit terwujud. Jika terpilih jadi Gubernur, Winasa akan membuat kebijakan pendidikan gratis dan kesehatan gratis. “Dengan kekayaan alam Bali sekarang, pendidikan dan kesehatan sebetulnya bisa dibuat gratis,” terang suami dari Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari ini.

Karenanya, yang pertama-tama akan dilakukan Winasa agar masyarakat Bali merasakan keadilan dan sejahtera adalah mengurangi beban hidup masyarakat. “Kalau beban dasar masyarakat, yakni pendidikan dan kesehatan sudah dikurangi, masyarakat akan sejahtera kok,” katanya. Winasa juga ingin meramu sektor-sektor lain di luar pariwisata, yang bisa dikembangkan di Bali. Misalnya, pertainan dan peternakan. Winasa mencontohkan subak, yang menjadi kekayaan Bali. Menurut Winasa, harus dilakukan konservasi terhadap subak. “Jika subak dikonservasi, bisa menjadi penunjang pariwisata. Sebab, orang hanya bisa melihat subak di Bali. Jadi, petani mendapatkan imbas dari pariwisata,” terang Winasa, yang bersama Ratna Ani Lestari, menyandang Rekor Muri sebagai Suami-Istri Bupati Pertama di Indonesia. Karena Bali sebagai pulau internasional, maka perubahan yang akan dilakukan Winasa adalah terlebih dulu memulihkan kepercayaan turis yang akan berkunjung. “Jangan sampai kita bilang di media Bali aman, tapi malah muncul ancaman teror. Karena itu, ciptakan rasa aman terlebih dulu, pariwisata otomatis akan tumbuh pesat,” katanya.

Sektor lain yang juga akan dikembangkan Winasa adalah peternakan. Bali selama ini dikenal dengan sapi Bali yang kualitas dagingnya sangat bagus. “Orang Australia itu ‘kan suka dengan steak, kenapa kita tak berdayakan steak sapi Bali? Bisa kok sapi Bali digunakan steak. Jadi, peternak Bali juga akan mendapatkan keuntungan dari imbas pariwisata.” Ditambahkan Winasa, jika dirinya menjadi Gubernur Bali, maka akan diupayakan program yang mampu meramu semua sector, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia di Bali. Hal itu akan terintegrasi dengan hingar bingar pariwisata. Soal investor, Winasa tidak akan kelabakan. Sebab, dirinya cukup dikenal oleh investor ’saudara tua’ alias Jepang.

Menurut Winasa, sekarang investor mau datang ke Bali jika semua hal sudah terpenuhi. Paling utama adalah rasa aman dan kepastian hukum. Sementara, untuk pengembangan sektor industri, Winasa tetap berpegang pada komitmen membangun sebuah Industri yang bebas polusi. Jika membangun industri yang menyebabkan polusi, Bali akan hancur. “Kalau Bali hancur, apa yang akan kita wariskan untuk anak cucu kita?” ujarnya seraya menyebut. Winasa juga siap berjuang memerangi kemiskinan di Bali, dengan meningkatkan pendapatan per kapita seluruh warga Bali. Pemerataan kehidupan yang digagas ini sekaligus untuk menghilangkan sebuah stigma pariwisata Bali sekarang, yang hanya dinikmati warga di Badung, Denpasar, dan Gianyar.

Winasa menginginkan nantinya imbas pariwisata bisa dinikmati masyarakat yang berada di ujung timur (Karangasem) hingga ujung utara (Buleleng). Winasa mengaku yakin bisa mewujudkan gagasan-gagasannya yang gilang gemilang tentang mngubah Bali ke depan itu. “Saya yakin seyakin-yakinnya kalau Bali ke depan akan berubah. Jangan sampai Bali mengalami stagnasi setelah diguncang dua kali ledakan bom.” Mengenai pertarungan secara politis untuk maju ke Pilgub Bali 2008, Winasa mengaku sudah siap lahir batin, dengan semangat untuk membangun Bali secara ikhlas tanpa adanya prasangka. “Saya hanya ingin mengubah Bali menjadi lebih baik, tak ada kepentingan lain,” dokter gigi bergelar professor ini. 

BIODATA: Nama Lengkap: Prof Dr drg I Gede Winasa Kelahiran : Denpasar, 9 Maret 1950 Nama Istri : Ratna Ani Lestari Anak : 4 Orang Q I Gede Ngurah Patriana Krisna Q Kadek Danendra Pramarta Krisna Q Ni Komang Ayu Marina Krisna Q Ni Ketut Ayu Dena Wintari Krisna RIWAYAT PENDIDIKAN Q SDN 1 Tegalcangkring 1962 Q SMPN 1 Penyaringan 1965 Q SMAN 1 Negara 1968 Q Fakultas Kedokteran Gigi Unair 1978 Q Geriatric Training, School of Dentistry, Hiroshima, University, Jepang, 1989-1990 Q Visiting Scientist, School of Dentistry, Tokushima University, Jepang 1991 Q Research Student in The Field of Danture Stomatis School of Dentistry, Hiroshima University, Jepang 1991 Q Short Training, Procedure of Candida Check School of Dentistry, Hiroshima University, Jepang 1993 Q Ilmu Kedokteran, Progran Doktor Pasca Sarjana Unair 1995 RIWAYAT PEKERJAAN Q Dokter Gigi Puskesmas Benculuk, Banyuwangi 1978 Q Dokter Gigi RSUD Bangli 1979-1980 Q Sekretaris Sekolah Pemgatur Rawat Gigi Kanwil Depkes Bali 1981 Q Kasi Evaluasi Kanwil Depkes Bali 1981-1987 Q Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar 1983 Q Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Univetsitas Mahasaraswati Denpasar 1983-1992 Q Pemimpin Redaksi Majalah Kesehatan Gigi Indonesia 1993 Q Presiden Komisaris Patria Grup 1993 Q Guru Besar Ilmi Kesehatan Gigi Masyarakat pada FKG Universitas Mahasaraswati Denpasar 1999-sekarang JABATAN Q Bupati Jembrana 2000-2005 dan 2005-2010 Q Ketua DPC PDIP Jembrana

Sumber: NusaBali 

Posted by at 23:09:31 | Permalink | No Comments »

Alit Putra Incar Posisi Independen

Para kandidat gubernur mulai bermanuver. Malahan kandidat sekaliber I Gusti Bagus Alit Putra (AY) dikabarkan akan menerapkan jurus tak…tik…bom…dalam pertarungan Pilkadal 2008 mendatang.

Taktik itu diambil setelah dicueki Koalisi Bali Dwipa (KBD), Partai Demokrat (PD) sibuk mencari celah bagaimana agar I Gusti Alit Putra (AP) yang juga ketua Partai Demokrat (PD) Bali bisa bertarung di ajang pemilihan gubernur (Pilgub) 2008 mendatang.

Kepada koran ini kemarin, Wakil Ketua DPD PD Bidang OKK Made Mudarta menyatakan, kemungkinan AP diarahkan maju melalui jalur independen jika gagal bertarung melaluyi KBD. “Peluang maju melalui KBD memang belum ditutup 100 persen. Tapi kita juga harus mempertimbangkan banyaknya peluang yang bias diincar agar Pak Alit bisa tetap maju,” ujar Mudarta.

Salah satu yang disasar adalah kursi independen dan konvensi Partai Golkar. Tapi kalau melalui konvensi Partai Golkar, versi Mudarta, kemungkinan berat karena Golkar pasti akan mempertimbangkan kadernya sendiri. Jadi kemungkinan paling besar adalah melalui jalur independen dan KBD. “Untuk itu kita terus mengikatkan komunikasi dengan KBD,” sebutnya.

Lalu kapan keputusan partai diambil maju tidaknya melalui jalur independen? Kata Mudarta kemungkinan besar pasca pelantikan pengurus kecamatan di Buleleng 19 Agustus mendatang. “Tapi itu juga belum final. Kita masih mempertimbangkan banyak kemungkinan,” urainya.

Ketika ditanya apakah niat Alit Putra maju tidak justru melecehkan partai, Mudarta mengatakan tidak. Dia malah berdalih Partai sudah mempertimbangkan masak-masak skenario itu. Tapi apa bentuk skenarionya, Mudarta menolak menjelaskan.

Yang menarik, kuat kemungkinan posisi independen yang diincar, mengingat tingginya cost politik yang harus ditanggung calon kalau maju melalui gabungan parpol. “Yang penting Pak Alit bisa maju dulu. Soal bagaimana proses berikutnya, tak masalah. Lha wong kita punya jaringan sampai ke bawah,” pungkasnya sembari mengatakan posisi di KBD tetap menjadi pilihan.(mus)

 

Sumber: Radar Bali

Posted by at 23:06:45 | Permalink | No Comments »

Cari Gubernur, Bukan Gubernur Jenderal

SEMENTARA itu pentolan PDIP kemarin terus menggelorakan cagub/wagub kader tulen. Fraksi PDIP DPRD Bali bahkan telah mencetuskan paket calon gubernur/wagub nanti adalah tokoh yang memang kader banteng. “Secara aklamasi FPDIP mendukung calon dari kader,” jelas Made Arjaya.

Menurutnya, banyak alasan yang melatarbelakangi dipilihnya kader. Selain banyak kader PDIP yang mumpuni, juga karena PDIP sudah lama dibuat menderita oleh pemerintahan Orde Baru. Karena itulah saatnya kini kader menyuarakan hati untuk bersatu dan memberi tempat terhormat bagi kadernya sendiri. “Kita nyari gubernur, bukan gubernur jendaral,” sintilnya kepada cagub jenderal (Mangku Pastika dan Suwisma).

Menurut Arjaya, F PDIP Bali siap mempengaruhi PAC, DPC dan Fraksi PDIP di Kabupaten/Kota untuk meluruskan niat dan mendukung kader ke pilgub. “Rekomendasi ini secepatnya akan kita serahkan ke Puri Satria yang menjadi ikon perjuangan PDIP,” tandasnya.

Entah karena ada hembusan cagub/wagub kader tulen itu akhirnya Ketua DPD PDIP Tjok Ratmadi dan Wakil Ketua DPD PDIP Bidang Kaderisasi Usdek Maharipa, mengambil formulir di sekretariat DPD. Namun keduanya mewakilkan mengambil formulir. Tjot Ratmadi diambilkan ajudannya, Komang Suryana. Sedangkan Usdek diambilkan Nyoman Sugata, kader dari PAC Abiansemal.

Usdek Maharipa sendiri saat ditanya mengatakan dirinya maju lantaran mendapat dukungan dari PAC Mengwi dan Abiansemal. Termasuk dukungan resmi dari DPC PDIP Badung. “Yang jelas, saya maju untuk posisi Bali-2,” akunya polos. Sementara Tjok Ratmadi mengatakan, keinginannya maju dengan jalan mengambil formulir tak lebih untuk mengantisipasi perkembangan melajunya calon dari non kader. Yang menarik, Tjok Ratmadi mengatakan, lebih tertarik kalau pasangan Bali 1 dan Bali 2 kombinasinya kader dan non kader. Tapi apakah keinginannya itu diamini atau tidak, diserahkan sepenuhnya ke DPP PDIP. Lalu bagaimana menyikapi pencalonan A.A Puspayoga, apakah nanti tidak malah menimbulkan perang keluarga ? Ditanya soal itu, Tjok Rat malah tertawa.”Sing ada (tidak ada) perang keluarga. Itu tidak ada sangkut pautnya. Yang jelas, saya maju sebagai tanggung jawab kepada PDIP untuk bisa menang diajang Pilgub Bali mendatang,”pungkasnya.(mus)

Sumber: Radar Bali 

Posted by at 23:05:46 | Permalink | No Comments »

Sementara Winasa Unggul, Disusul Pastika

Denpasar, Belum ada sebulan sejak diluncurkan 27 Juli lalu, pengunjung www.Beritabali.com sudah mencapai 1.700 pengunjung. Dari angka itu ada 593 pengunjung yang mengikuti polling Gubernur Pilihan Pengunjung. Untuk sementara Winasa unggul dengah meraih suara 60%.

Fasilitas polling yang disediakan di portal berita ini bertujuan untuk mengetahui aspirasi pengunjung, untuk kali pertama menyajikan polling tentang Siapa Gubernur Pilihan Pengunjung? Hingga berita ini dionlinekan jumlah pengisi polling sudah mencapai 593 suara.

Sementara peringkat pertama perolehan suara terbanyak diraih Gede Winasa yang saat ini menjabat Bupati Jembrana dengan 60% suara, disusul Mangku Pastika, mantan Kapolda Bali dengan 20% suara, dan berikutnya Cok Budi Suryawan dan Wayan Sudirta meraih prosentase yang sama yaitu 4%.

Siapa Gubernur Bali pilihan Anda? Ikuti Pollingnya di www.beritabali.com

Posted by at 23:02:55 | Permalink | No Comments »