Prof Dr drg I Gede Winasa, 57, terkenal sebagai Bupati yang memiliki kebijakan pro-rakyat. Dengan kebijakannya itu pula, Bupati Jembrana ini meraih berbagai penghargaan, selain juga mengantongi tujuh rekor Muri (Museum Rekor Indonesia).
Salah satu kebijakan Gede Winasa yang menggelemungkan reputasinya di kancah nasional bahkan internasional adalah program pendidikan gratis dan kesehatan gratis. Tak heran jika Ketua DPC PDIP Jembrana ini disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk perebutkan posisi Gubernur Bali 2008-2013. Bahkan, Winasa termasuk di antara 20 tokoh Bali yang masuk bursa DPP Partai Golkar untuk disurvei LSI, buat penjaringan Calon Gubernur dari Partai Beringin. Selain masuk bursa di LSI Partai Golkar, Winasa juga muncul di Koalisi Bali Dwipa (KBD)—koalisi enam partai gurem yang hendak mengajukan Calon Gubernur Bali. Dan, tentu saja, Winasa juga menjadi kandidat unggulan dalam Rakerdasus di partainya untuk memilih Calon Gubernur Bali dari PDIP. Mana yang akan dipilih Winasa?
Sejak awal, Winasa tak mau naik kendaraan lain untuk maju ke Pilgub Bali 2008, selain partainya sendiri. Buat Winasa, logikanya seorang Ketua DPC PDIP ya maju ke Pilgub dengan kendaraan PDIP. Karena itu, Winasa tak ingin maju ke Konvensi Golkar maupun naik kendaraan KBD. “Kita sudah punya kendaraan sendiri, kok bingung pinjam kendaraan orang lain,” kata Winasa kepada NusaBali di ruang kerjanya belum lama ini. Kendati demikian, Winasa mengaku tidak keberatan namanya masuk survei LSI versi Golkar. Dia pun menghargai Golkar yang telah memasukkan namanya. Hanya saja, Winasa tak ingin mengikuti Konvensi Golkar, karena sudah punya kendaraan bernama PDIP. Winasa mengaku khawatir ada tuntutan kompensasi khusus yang harus dibayar kepada banyak pihak yang menawarinya untuk naik kendaraan politik itu. “Jangan-jangan yang menawari kendaraan akan meminta kompensasi. Kalau begitu ‘kan lebih baik naik kendaraan sendiri,” terang pemegang Rekor Muri sebagai Bupati dengan prosentase perolehan suara terbanyak dalam Pilkada langsung ini. Yang pasti, Winasa memang getol ingin maju ke Pilgub Bali. Dia bukan sekadar ingin maju ke Pilgub, tapi ‘mau’ jadi Gubernur Bali. Niatnya itu dilandasi kenyataan di mana kondisi Bali amburadul pasca dua kali diguncang ledakan bom. Winasa pun ingin mengubah Bali ke arah yang lebih baik.
Winasa tak ingin membuat rasa keadilan dan kesejahteraan rakyat yang hanya dinikmati masyarakat Jembrana saja. Dia ingin berbuat serupa untuk masyarakat Bali secara keseluruhan. “Saya ingin menjadikan Bali lebih dari sekarang. Jika dengan semagat perubahan, Bali akan lebih baik daripada Jembrana sekarang ini. Sebab, sumber daya manusia dan sumber daya alam Bali lebih baik daripada Jembrana,” terang Bpati yang juga Sekjen Badan Koordinasi Kabupetan Se-Indonesia ini. Knsep yang ditawarkan Winasa untuk mengubah Bali terbilang sangat sederhana, tapi jika tidak dilandasi kemauan kuat hal itu sulit terwujud. Jika terpilih jadi Gubernur, Winasa akan membuat kebijakan pendidikan gratis dan kesehatan gratis. “Dengan kekayaan alam Bali sekarang, pendidikan dan kesehatan sebetulnya bisa dibuat gratis,” terang suami dari Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari ini.
Karenanya, yang pertama-tama akan dilakukan Winasa agar masyarakat Bali merasakan keadilan dan sejahtera adalah mengurangi beban hidup masyarakat. “Kalau beban dasar masyarakat, yakni pendidikan dan kesehatan sudah dikurangi, masyarakat akan sejahtera kok,” katanya. Winasa juga ingin meramu sektor-sektor lain di luar pariwisata, yang bisa dikembangkan di Bali. Misalnya, pertainan dan peternakan. Winasa mencontohkan subak, yang menjadi kekayaan Bali. Menurut Winasa, harus dilakukan konservasi terhadap subak. “Jika subak dikonservasi, bisa menjadi penunjang pariwisata. Sebab, orang hanya bisa melihat subak di Bali. Jadi, petani mendapatkan imbas dari pariwisata,” terang Winasa, yang bersama Ratna Ani Lestari, menyandang Rekor Muri sebagai Suami-Istri Bupati Pertama di Indonesia. Karena Bali sebagai pulau internasional, maka perubahan yang akan dilakukan Winasa adalah terlebih dulu memulihkan kepercayaan turis yang akan berkunjung. “Jangan sampai kita bilang di media Bali aman, tapi malah muncul ancaman teror. Karena itu, ciptakan rasa aman terlebih dulu, pariwisata otomatis akan tumbuh pesat,” katanya.
Sektor lain yang juga akan dikembangkan Winasa adalah peternakan. Bali selama ini dikenal dengan sapi Bali yang kualitas dagingnya sangat bagus. “Orang Australia itu ‘kan suka dengan steak, kenapa kita tak berdayakan steak sapi Bali? Bisa kok sapi Bali digunakan steak. Jadi, peternak Bali juga akan mendapatkan keuntungan dari imbas pariwisata.” Ditambahkan Winasa, jika dirinya menjadi Gubernur Bali, maka akan diupayakan program yang mampu meramu semua sector, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia di Bali. Hal itu akan terintegrasi dengan hingar bingar pariwisata. Soal investor, Winasa tidak akan kelabakan. Sebab, dirinya cukup dikenal oleh investor ’saudara tua’ alias Jepang.
Menurut Winasa, sekarang investor mau datang ke Bali jika semua hal sudah terpenuhi. Paling utama adalah rasa aman dan kepastian hukum. Sementara, untuk pengembangan sektor industri, Winasa tetap berpegang pada komitmen membangun sebuah Industri yang bebas polusi. Jika membangun industri yang menyebabkan polusi, Bali akan hancur. “Kalau Bali hancur, apa yang akan kita wariskan untuk anak cucu kita?” ujarnya seraya menyebut. Winasa juga siap berjuang memerangi kemiskinan di Bali, dengan meningkatkan pendapatan per kapita seluruh warga Bali. Pemerataan kehidupan yang digagas ini sekaligus untuk menghilangkan sebuah stigma pariwisata Bali sekarang, yang hanya dinikmati warga di Badung, Denpasar, dan Gianyar.
Winasa menginginkan nantinya imbas pariwisata bisa dinikmati masyarakat yang berada di ujung timur (Karangasem) hingga ujung utara (Buleleng). Winasa mengaku yakin bisa mewujudkan gagasan-gagasannya yang gilang gemilang tentang mngubah Bali ke depan itu. “Saya yakin seyakin-yakinnya kalau Bali ke depan akan berubah. Jangan sampai Bali mengalami stagnasi setelah diguncang dua kali ledakan bom.” Mengenai pertarungan secara politis untuk maju ke Pilgub Bali 2008, Winasa mengaku sudah siap lahir batin, dengan semangat untuk membangun Bali secara ikhlas tanpa adanya prasangka. “Saya hanya ingin mengubah Bali menjadi lebih baik, tak ada kepentingan lain,” dokter gigi bergelar professor ini.
BIODATA: Nama Lengkap: Prof Dr drg I Gede Winasa Kelahiran : Denpasar, 9 Maret 1950 Nama Istri : Ratna Ani Lestari Anak : 4 Orang Q I Gede Ngurah Patriana Krisna Q Kadek Danendra Pramarta Krisna Q Ni Komang Ayu Marina Krisna Q Ni Ketut Ayu Dena Wintari Krisna RIWAYAT PENDIDIKAN Q SDN 1 Tegalcangkring 1962 Q SMPN 1 Penyaringan 1965 Q SMAN 1 Negara 1968 Q Fakultas Kedokteran Gigi Unair 1978 Q Geriatric Training, School of Dentistry, Hiroshima, University, Jepang, 1989-1990 Q Visiting Scientist, School of Dentistry, Tokushima University, Jepang 1991 Q Research Student in The Field of Danture Stomatis School of Dentistry, Hiroshima University, Jepang 1991 Q Short Training, Procedure of Candida Check School of Dentistry, Hiroshima University, Jepang 1993 Q Ilmu Kedokteran, Progran Doktor Pasca Sarjana Unair 1995 RIWAYAT PEKERJAAN Q Dokter Gigi Puskesmas Benculuk, Banyuwangi 1978 Q Dokter Gigi RSUD Bangli 1979-1980 Q Sekretaris Sekolah Pemgatur Rawat Gigi Kanwil Depkes Bali 1981 Q Kasi Evaluasi Kanwil Depkes Bali 1981-1987 Q Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar 1983 Q Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Univetsitas Mahasaraswati Denpasar 1983-1992 Q Pemimpin Redaksi Majalah Kesehatan Gigi Indonesia 1993 Q Presiden Komisaris Patria Grup 1993 Q Guru Besar Ilmi Kesehatan Gigi Masyarakat pada FKG Universitas Mahasaraswati Denpasar 1999-sekarang JABATAN Q Bupati Jembrana 2000-2005 dan 2005-2010 Q Ketua DPC PDIP Jembrana
Sumber: NusaBali